haluannews.id – Jakarta – Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Dapot Parasian S Sinaga menegaskan bahwa potensi bisnis multifinance di Indonesia masih sangat menjanjikan. Bahkan di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian geopolitik global, sektor pembiayaan di Tanah Air justru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Related Post
"Jika dalam kondisi penuh tantangan saja kita mampu berkembang, ini jelas menunjukkan bahwa potensi pasar Indonesia sungguh luar biasa," ungkap Dapot dalam acara Multifinance CEO Gathering with OJK yang bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko," di Parle Senayan, Selasa (11/8/2026).

Dapot memaparkan, perbandingan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand memberikan gambaran yang lebih jelas. Di kedua negara tersebut, rata-rata kepemilikan kendaraan sudah mencapai ratusan unit per seribu penduduk. Sementara itu, di Indonesia, angka tersebut baru menyentuh 99 kendaraan per seribu penduduk. Data ini secara gamblang mengindikasikan bahwa ruang ekspansi pasar pembiayaan di Indonesia masih terbentang luas.
Meskipun memiliki potensi yang masif, Dapot mengingatkan bahwa perusahaan multifinance ke depan harus lebih adaptif dan cermat dalam menentukan arah bisnis. Di MUF sendiri, pendekatan yang diterapkan adalah menghindari kesalahan dalam memilih segmen, menghitung risiko, dan mengelola operasional.
Dukungan teknologi digital yang semakin canggih serta ketersediaan data yang melimpah dan terkini juga menjadi faktor krusial. "Kini, semakin banyak data yang dimanfaatkan untuk meminimalkan potensi masalah pada nasabah. Tiga pilar pendekatan yang kami gunakan juga harus senantiasa lincah dan fleksibel agar tetap relevan dengan dinamika pasar," jelas Dapot.








Tinggalkan komentar