haluannews.id – Keputusan Bank Indonesia untuk kembali mengerek suku bunga acuan hingga menyentuh level 5,50% ternyata bukan momok bagi semua pihak. Sebaliknya, kebijakan moneter agresif ini justru disambut positif oleh para pelaku pasar modal, terutama para pengelola dana investasi raksasa. Doni Firdaus, Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, mengungkapkan bahwa respons positif ini terlihat jelas dari geliat pasar saham dan obligasi.

Related Post
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan berhasil melesat, menembus batas psikologis 6.000, menandakan optimisme investor terhadap fundamental ekonomi. Tak hanya itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga kian menggiurkan, menjadikannya magnet kuat bagi masuknya aliran dana asing. Fenomena ini secara langsung berkontribusi pada penguatan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.

Menurut Doni, daya tarik investasi tidak berhenti di situ. Produk reksadana berbasis obligasi kini menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari stabilitas dan potensi keuntungan. Sementara itu, reksadana saham, khususnya yang berfokus pada emiten berkapitalisasi besar dengan valuasi prima, juga turut merasakan sentimen positif dari pasar.
Di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah, pertanyaan besar muncul: ke mana arah pengelolaan dana jumbo ini? Doni Firdaus menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi investasi di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pemaparan mendalam ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama Andi Shalini di program Power Lunch haluannews.id, yang tayang pada Jumat 12 Juni 2026.










Tinggalkan komentar