Rahasia GMFI Cetak Laba Fantastis Rp570 Miliar & Aset Melesat 91%!

Rahasia GMFI Cetak Laba Fantastis Rp570 Miliar & Aset Melesat 91%!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) mengukir kinerja finansial yang impresif sepanjang tahun buku 2025, berhasil membukukan laba bersih sebesar US$33,9 juta, setara dengan Rp570 miliar. Capaian ini merefleksikan lonjakan signifikan 26,3% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat US$26,9 juta atau Rp451 miliar.

COLLABMEDIANET

Performa laba bersih yang solid ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha perseroan yang mencapai US$491,9 juta, atau sekitar Rp8,25 triliun pada 2025. Angka ini terkerek 16,8% dari periode sebelumnya, menunjukkan ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Rahasia GMFI Cetak Laba Fantastis Rp570 Miliar & Aset Melesat 91%!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ini tak lepas dari serangkaian aksi korporasi strategis, termasuk inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun. Langkah ini secara fundamental mengonsolidasi nilai aset tetap perseroan dan berhasil membalikkan posisi ekuitas dari negatif menjadi positif.

"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur," ujar Andi dalam sebuah konferensi pers virtual pada Jumat (22/5/2026), seperti dilansir Haluannews.id. Ia menambahkan, perbaikan performa finansial perseroan didorong oleh transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten, meliputi peningkatan produktivitas, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan beragam sertifikasi dan kualifikasi internasional.

Diversifikasi pendapatan juga menjadi kunci, dengan kontribusi dari segmen non-group-afiliasi yang mencapai US$141,3 juta, menyumbang 28,7% dari total pendapatan. Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI sukses mengukuhkan kepercayaan dari pelanggan eksisting seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus merambah pasar pelanggan baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

Sinergi dalam ekosistem Garuda Indonesia Group juga terlihat nyata dengan rampungnya reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia. Langkah ini krusial dalam mengoptimalkan kesiapan armada penerbangan nasional. Tak hanya itu, di sektor pertahanan, GMFI telah menyelesaikan proyek perawatan empat unit helikopter Bell 412 dan dua pesawat VIP Boeing 737-800. Perseroan juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.

Lini bisnis non-komersial, khususnya SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, turut membukukan pertumbuhan solid dengan capaian pendapatan sebesar US$36,7 juta, melonjak 59,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, neraca keuangan GMFI menunjukkan total aset yang melesat 91,5% menjadi US$813 juta atau setara Rp13,6 triliun. Perbaikan struktur permodalan juga sangat substansial, di mana ekuitas bertransformasi dari posisi defisit US$257,9 juta (Rp4,33 triliun) menjadi positif US$114,6 juta (Rp1,92 triliun).

Untuk tahun 2026, GMFI membidik target total pendapatan sebesar US$542,8 juta dengan estimasi laba bersih mencapai US$35,1 juta. Pada Kuartal I 2026, perseroan telah mencatat laba berjalan sebesar US$6,76 juta dan pendapatan usaha sebesar US$114,94 juta. "Target ini akan dicapai melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis yang menguntungkan," pungkas Andi, menegaskan komitmen GMFI untuk memantapkan langkah dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi dan sektor lainnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar