Haluannews Ekonomi – Yogyakarta menjadi pusat perhatian para pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan nasional dalam gelaran Jogjakarta Financial Festival 2026 yang berlangsung di JEC pada Jumat (22/5/2026). Acara bergengsi ini mempertemukan sejumlah tokoh kunci, mulai dari Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, hingga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, untuk mengulas dinamika perekonomian terkini serta tantangan dan peluang di era kecerdasan buatan (AI) dan aset kripto.

Related Post
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, dalam paparannya, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah. Data terbaru mengindikasikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 mencapai 5,61%, diiringi geliat dunia usaha yang positif. Lebih lanjut, laju inflasi berhasil dijaga pada level 2,42% hingga April 2026, mencerminkan stabilitas makroekonomi yang kondusif.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti krusialnya literasi dan ketahanan finansial, khususnya bagi generasi muda yang baru merintis karier. Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang buruk dapat berimplikasi serius pada stabilitas hidup di masa dewasa. OJK, kata Friderica, secara proaktif mengedukasi masyarakat, tidak hanya sebatas inklusi, tetapi juga memperdalam pemahaman literasi keuangan. Diskusi interaktif dengan audiens juga mengungkap berbagai pengalaman terkait penipuan investasi, termasuk kerugian di pasar modal. Friderica menggarisbawahi bahwa Generasi Z kini menjadi kekuatan dominan di sektor keuangan, tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi dan informasi.
Perkembangan teknologi juga menjadi fokus pembahasan. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, memberikan perspektif unik mengenai peran AI dalam industri musik. Musisi senior ini mengakui bahwa AI dapat mempercepat dan meningkatkan presisi dalam proses kreatif, namun ia mengingatkan agar generasi muda tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi tersebut. "Rasa dan hati manusia tetap tak tergantikan dalam menciptakan karya seni yang otentik," ujarnya, menekankan pentingnya menjaga orisinalitas di tengah kemajuan AI. Yovie, yang selalu mengikuti evolusi teknologi musik dari era kaset hingga platform digital, berhasil memeriahkan suasana JEC dengan penampilan piano dan lagu-lagu hitsnya, membuktikan bahwa sentuhan manusia tetap memiliki daya magis.
Sesi diskusi terakhir menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, bersama Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso. Adi Budiarso mengungkapkan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta akun, didominasi oleh kelompok usia muda. Fenomena ini, menurutnya, mencerminkan pesatnya adopsi ekonomi digital di tanah air, didorong oleh kemudahan akses teknologi yang membuka pintu ke berbagai layanan keuangan, mulai dari pembayaran digital hingga investasi kripto.
Sementara itu, Nezar Patria menekankan bahwa transformasi digital merupakan pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penetrasi internet mencapai 86%, digitalisasi telah mendorong transaksi ekonomi digital secara signifikan. Namun, ia juga mengingatkan akan tantangan serius berupa serangan siber dan kejahatan digital yang semakin kompleks di era AI, yang menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga keamanan ekosistem digital.
Pertemuan para pemangku kebijakan di Jogjakarta Financial Festival 2026 ini menggarisbawahi komitmen pemerintah dan regulator dalam menavigasi lanskap ekonomi digital yang terus berkembang. Sinkronisasi kebijakan antara Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi esensial untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi sekaligus memitigasi risiko yang menyertainya, demi masa depan keuangan Indonesia yang lebih stabil dan inklusif.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar