Rahasia Ekonomi 8%: Warisan Sumitro Djojohadikusumo untuk Indonesia!

Rahasia Ekonomi 8%: Warisan Sumitro Djojohadikusumo untuk Indonesia!

Haluannews Ekonomi – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan relevansi pemikiran ekonom ternama Sumitro Djojohadikusumo, ayahanda Prabowo Subianto, terhadap tantangan ekonomi Indonesia saat ini. Dalam Simposium Nasional: Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia, Purbaya menyatakan, "Sumitronomics sangat relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dan berkesinambungan."

COLLABMEDIANET

Purbaya, yang mengaku baru mempelajari pemikiran Sumitro menjelang simposium, terkejut menemukan banyak kesamaan dengan ilmunya. Ia menekankan tiga pilar utama Sumitronomics: pertumbuhan ekonomi tinggi, stabilitas nasional yang dinamis, dan pemerataan pembangunan. Lebih rinci, Purbaya menjabarkannya sebagai kemandirian ekonomi melalui optimalisasi dana perbankan, keseimbangan peran pemerintah dan swasta, serta menjaga stabilitas ekonomi-politik dengan tetap membuka peluang investasi asing di sektor non-strategis. "Menurut Prof. Sumitro, industrialisasi adalah kunci kemajuan ekonomi Indonesia," tegasnya.

Rahasia Ekonomi 8%: Warisan Sumitro Djojohadikusumo untuk Indonesia!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Purbaya melihat ketajaman analisis Sumitro yang telah memprediksi kondisi likuiditas perbankan Indonesia bahkan di masa depresi. Menurutnya, Sumitro memiliki pandangan moneter yang sejalan dengan pemahamannya. Ia menganalisis pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca Orde Baru yang kurang optimal disebabkan ketidakseimbangan peran pemerintah dan swasta. Ia membandingkan pertumbuhan ekonomi di era Soeharto (rata-rata 6,59%), masa krisis moneter ( -6,17%), era SBY (5,64%-5,80%), dan era Jokowi (5,03%-3,40%), menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Purbaya menyoroti perbedaan pendekatan ekonomi di era SBY (lebih private sector driven) dan Jokowi (lebih government sector driven), mengakibatkan mesin pertumbuhan ekonomi yang berjalan pincang.

Purbaya juga menyinggung tingginya kepuasan masyarakat di era Jokowi, yang menurutnya dipengaruhi program-program pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat. Ia menekankan pentingnya stabilitas sistem perbankan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. "Pertumbuhan yang berimbang, dengan menggerakkan sektor fiskal dan swasta secara bersamaan, akan lebih mudah mencapai target tersebut," ujarnya. LPS, menurut Purbaya, telah menerapkan prinsip Sumitro dengan menjaga stabilitas sistem perbankan dan berkontribusi pada masyarakat, misalnya melalui penguatan IT di BPS untuk UMKM.

Kesimpulannya, pemikiran Sumitro Djojohadikusumo menawarkan resep penting bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Penerapan prinsip-prinsip tersebut, dikombinasikan dengan kebijakan yang seimbang antara peran pemerintah dan swasta, menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita ekonomi Indonesia yang lebih maju.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar