Haluannews Ekonomi – Di tengah konflik yang berkepanjangan, para konglomerat Israel justru semakin kokoh dengan pundi-pundi kekayaan yang terus menggunung. Bahkan, beberapa di antara mereka memiliki "mesin uang" yang produknya sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Related Post
Forbes mencatat ada 37 miliarder asal Israel dengan total kekayaan mencapai puluhan miliar dolar AS. Siapa saja mereka dan dari mana sumber kekayaannya? Berikut ulasan singkatnya:

- Eyal Ofer: Raja properti dan pelayaran ini memimpin daftar orang terkaya di Israel dengan kekayaan mencapai US$25,8 miliar (Rp409,13 triliun). Bisnisnya menggurita di berbagai sektor, mulai dari real estate hingga energi.
- Idan Ofer: Saudara Eyal ini memiliki kekayaan US$17,0 miliar (Rp269,58 triliun) dan mengendalikan armada kapal Eastern Pacific Shipping serta saham di Israel Corp. Ia juga memiliki saham di klub sepak bola Atletico de Madrid dan FC Famalicao.
- Igor & Dmitri Bukhman: Dua bersaudara ini adalah otak di balik Playrix, perusahaan pengembang game online yang populer dengan game seperti Homescapes, Fishdom, dan Township. Kekayaan mereka masing-masing mencapai US$9 miliar (Rp111,00 triliun).
- Teddy Sagi: Pendiri Playtech, perusahaan pengembang perangkat lunak perjudian, memiliki kekayaan US$6,4 miliar (Rp101,49 triliun).
- Stef Wertheimer: Konglomerat industri ini menjual perusahaan pemotongan logamnya, ISCAR, kepada Berkshire Hathaway dengan nilai miliaran dolar. Kekayaannya mencapai US$6,3 miliar (Rp99,90 triliun).
- Yuri Milner: Investor teknologi yang pernah mendukung Facebook dan Twitter ini memiliki kekayaan US$5,9 miliar (Rp93,56 triliun).
- Shari Arison: Pewaris kekayaan dari pendiri Carnival Corp ini memiliki kekayaan US$5,6 miliar (US$88,88 triliun) dan dikenal sebagai perempuan terkaya di Israel.
- Gil Shwed: Pendiri Check Point Software Technologies, perusahaan keamanan siber, memiliki kekayaan US$5,0 miliar (Rp79,29 triliun).
- Yitzhak Tshuva: Pengusaha di sektor energi dan real estat ini memiliki kekayaan US$4,8 triliun (Rp76,11 triliun).
Keberadaan para konglomerat ini menunjukkan bahwa roda ekonomi terus berputar, bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan. Produk dan layanan yang mereka tawarkan ternyata memiliki daya tarik tersendiri di pasar global, termasuk Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar