Haluannews Ekonomi – Aliran dana asing yang membanjiri Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini, mencapai angka fantastis Rp 5,4 triliun, ternyata tak selalu berdampak positif bagi semua emiten. Di tengah euforia net buy jumbo tersebut, sejumlah saham justru menjadi korban aksi jual asing yang signifikan. Kamis (14/8/2025) misalnya, net foreign buy mencapai Rp 827,4 miliar, namun ICBP menjadi sorotan dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp 125,6 miliar. EXCL dan AMRT menyusul dengan pelepasan masing-masing Rp 62 miliar dan Rp 52,7 miliar.

Related Post
Sepuluh saham dengan net foreign sell terbesar kemarin menunjukkan adanya selektivitas investasi asing. Meskipun IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di angka 7.931,25 (naik 0,43% atau 38,34 poin), mencapai puncak intraday di 7.973,98, perbedaan performa saham individual cukup mencolok. Rekor penutupan IHSG sebelumnya tercatat pada 19 September 2024 di level 7.905,39.

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan total transaksi mencapai Rp 18,68 triliun, melibatkan 42 miliar saham dalam 2,14 juta kali transaksi. Sebagian besar sektor mengalami penguatan, terutama teknologi, energi, dan utilitas. Namun, sektor keuangan dan properti justru mengalami koreksi. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang kompleks, di mana sentimen positif makro ekonomi belum tentu berdampak merata pada seluruh emiten. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor di balik perbedaan kinerja saham tersebut. Apakah ini pertanda seleksi portofolio yang ketat dari investor asing atau ada faktor fundamental lain yang mempengaruhi?
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar