Rahasia di Balik Lonjakan IHSG Mendadak

Rahasia di Balik Lonjakan IHSG Mendadak

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini melakukan lonjakan signifikan, melonjak 17,09% hanya dalam lima hari perdagangan setelah menyentuh titik terendah pada 8 Juni 2026. Kenaikan dramatis ini memicu optimisme pasar, dengan level 6.381,49 menjadi penanda resmi dimulainya bull market jika indeks mampu naik 20% dari titik terendah tersebut.

COLLABMEDIANET

Dua agenda krusial dari penyedia indeks global MSCI siap mengguncang pasar modal Indonesia. Pengumuman hasil MSCI Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan MSCI Classification pada 24 Juni 2026 akan menjadi penentu penting bagi arah pasar saham Tanah Air ke depan.

Rahasia di Balik Lonjakan IHSG Mendadak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah pembelian kembali saham (buyback) oleh sejumlah emiten menuai pujian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menegaskan bahwa komitmen serta rencana buyback yang telah masuk secara bertahap kini mulai menunjukkan dampak positif terhadap pergerakan bursa saham nasional.

Fleksibilitas ini didukung oleh ketentuan OJK tahun 2025, yang memungkinkan emiten melakukan buyback saham tanpa perlu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebuah kebijakan yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga. Dasar hukum kebijakan ini adalah POJK Nomor 13 Tahun 2023, yang memberikan kelonggaran bagi emiten untuk membeli kembali sahamnya hingga 20% dari modal disetor, khususnya saat pasar mengalami gejolak signifikan.

OJK mencatat 65 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melancarkan aksi buyback tanpa persetujuan RUPS, dengan total alokasi dana mencapai Rp65,34 triliun. Namun, realisasi dari rencana ambisius ini baru mencapai 30%, atau sekitar Rp17,12 triliun, yang berasal dari 64 emiten yang telah melaksanakannya.

Selain dorongan buyback, Hasan juga menyoroti faktor lain yang turut membentuk persepsi investor. Penurunan harga saham yang signifikan sebelumnya, menurutnya, telah menciptakan konsensus di kalangan investor untuk mulai mengoleksi saham-saham unggulan. Fenomena ini, imbuhnya, telah memicu pembalikan arah pasar dalam satu hingga dua minggu terakhir.

Dari pantauan pasar, sejumlah emiten besar turut ambil bagian dalam gelombang buyback ini. PT Astra International Tbk (ASII) memimpin dengan alokasi fantastis Rp8 triliun, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp5 triliun. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) masing-masing mengalokasikan Rp4 triliun. OJK menyatakan akan terus memantau aktivitas pasar secara cermat guna memastikan seluruh proses berjalan wajar, efisien, dan transparan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar