Peluang Asing Serbu Bursa RI OJK Optimis

Peluang Asing Serbu Bursa RI OJK Optimis

haluannews.id – Regulator pasar keuangan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menaruh harapan besar pada hasil evaluasi pasar yang akan dirilis oleh lembaga pemeringkat indeks global MSCI. OJK meyakini, kajian ini bakal menjadi katalisator penting yang mampu menarik kembali minat investor asing untuk berpartisipasi aktif di pasar modal Tanah Air, setelah periode penarikan dana yang cukup signifikan.

COLLABMEDIANET

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa arus keluar modal dari bursa saham Indonesia belakangan ini tak lepas dari langkah penyesuaian portofolio oleh investor pasif global. Perubahan komposisi saham dalam indeks MSCI menjadi pemicu utama fenomena tersebut. Hasan menyoroti puncak penarikan dana asing yang terjadi pada akhir Mei 2026, bertepatan dengan momen rebalancing indeks MSCI.

Peluang Asing Serbu Bursa RI OJK Optimis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Momentum terbesar arus keluar dana asing itu sudah terjadi, kami catat pada akhir hari masa rebalancing, yaitu di tanggal 29 Mei 2026. Terlihat jelas sekali posisi net sale yang besar," ungkap Hasan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data terkini per 15 Juni 2026, investor asing masih mencatatkan arus keluar modal bersih (net foreign outflow) sebesar Rp67,45 triliun secara year to date. Namun, OJK tetap melihat adanya aktivitas pembelian saham oleh investor asing di pasar domestik. Dengan berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan regulator serta antisipasi hasil review MSCI, OJK optimis partisipasi investor asing dapat kembali meningkat.

"Secara bertahap, kami ingin mengundang kembali partisipasi asing. Terutama jika kita amati, setiap hari tidak hanya ada aksi jual, namun masih ada juga investor asing yang mencatatkan posisi beli," tambah Hasan.

Para pelaku pasar kini tengah menantikan dua agenda krusial dari MSCI. Pertama, hasil MSCI Accessibility Review yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Kedua, pengumuman MSCI Market Classification Review pada 24 Juni 2026. Hasan Fawzi menyatakan keyakinannya bahwa kedua hasil review ini akan memberikan sinyal positif yang kuat bagi para investor.

"Saya optimis nanti terkonfirmasi di hasil review market accessibility dan benar-benar dikuatkan dengan konfirmasi waktu hasil dari market classification. Kami berharap ini menjadi pedoman utama bagi seluruh investor, khususnya investor asing, untuk kemudian kembali berinvestasi secara selektif di pasar modal kita," tegas Hasan.

Sebelumnya, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menepis kabar yang beredar di pasar mengenai dugaan penurunan status Indonesia menjadi frontier market oleh MSCI. Hingga saat ini, Indonesia tetap menyandang status sebagai emerging market dalam klasifikasi MSCI, menegaskan posisi pasar modal yang strategis dan prospektif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar