haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan geliat positif pada sesi pertama perdagangan Kamis 16 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil menguat mendekati level psikologis 6100 didorong oleh aksi beli bersih investor asing yang mencapai angka fantastis Rp101 triliun. Namun di balik euforia tersebut terdapat sebuah fakta menarik yang perlu dicermati lebih dalam.

Related Post
Data dari Stockbit Sekuritas mengungkap bahwa lonjakan dana asing ini tidak sepenuhnya mencerminkan akumulasi di pasar reguler. Terdapat transaksi jumbo senilai sekitar Rp144 triliun di pasar negosiasi melibatkan saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk PKPK yang secara signifikan mendongkrak total pembelian bersih asing di seluruh pasar.

Keterangan resmi dari PKPK menjelaskan transaksi tersebut merupakan pengalihan seluruh kepemilikan PT Deli Putra Bangsa sebanyak 900 juta saham atau setara 75 persen modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut berpindah tangan pada harga Rp1600 per saham. Menariknya pengalihan ini bukan berarti perubahan pengendali. Saham dialihkan kepada dua entitas yang masih terafiliasi dalam kelompok usaha yang sama yakni Resources Global Development Limited 612 juta saham atau 51 persen dan PT Deli Pratama Nusantara 288 juta saham atau 24 persen.
Manajemen PKPK menegaskan tidak ada perubahan signifikan pada struktur permodalan jumlah saham beredar maupun pengendali utama ultimate beneficial owner pasca transaksi ini. Laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK juga mengkonfirmasi PT Deli Putra Bangsa melepas seluruh sahamnya sementara Resources Global Development Limited kini menjadi pemegang saham langsung.
Terlepas dari transaksi negosiasi tersebut investor asing tetap menunjukkan minat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di pasar reguler. PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI menjadi primadona dengan pembelian bersih Rp9020 miliar diikuti PT Bank Central Asia Tbk BBCA Rp4097 miliar dan PT Timah Tbk TINS Rp3320 miliar. Saham lain yang juga diborong asing antara lain PT Aneka Tambang Tbk ANTM Rp2599 miliar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk ADRO Rp2540 miliar PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM Rp2003 miliar serta PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN Rp1447 miliar.
Di sisi lain beberapa saham justru dilepas oleh investor asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA mencatat penjualan bersih terbesar mencapai Rp6083 miliar. Kemudian ada PT Rans Entertainment Indonesia Tbk RANS Rp4336 miliar PT Astra International Tbk ASII Rp3021 miliar PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI Rp2463 miliar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT Rp1725 miliar dan PT Bumi Resources Tbk BUMI Rp1379 miliar.










Tinggalkan komentar