haluannews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tengah mempersiapkan langkah strategis besar dengan menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF). Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, membeberkan dua skema kerja sama yang berpotensi menyuntikkan dana segar hingga Rp400 miliar ke bank pelat merah ini.

Related Post
Opsi pertama adalah aksi sekuritisasi aset yang diperkirakan bernilai antara Rp300 miliar hingga Rp400 miliar. Selain itu, SMF juga tengah menjajaki kemungkinan untuk membeli obligasi terkait perumahan yang diterbitkan oleh BTN. Nixon secara spesifik menyebutkan bahwa obligasi yang diincar adalah jenis modal tier-2. Jika semua berjalan lancar, kedua inisiatif korporasi ini diharapkan dapat terealisasi pada paruh kedua tahun 2026.

Rencana ambisius ini didasari oleh kinerja keuangan BTN yang impresif di semester I-2026. Bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun, melesat 40,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas aset juga terlihat jelas, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang turun signifikan menjadi 2,99% dari 3,3% di semester I-2025.
Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN menunjukkan pertumbuhan solid 11,2% secara tahunan, mencapai angka Rp418,11 triliun. Sektor kredit perumahan tetap menjadi tulang punggung dengan kenaikan 4,8%, di mana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan 8,1%. Tak hanya itu, kredit non-perumahan juga mencatat lonjakan luar biasa sebesar 46,1%, didukung oleh ekspansi ke berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel, serta kemitraan dengan perusahaan multifinance untuk pembiayaan kendaraan bermotor.
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN juga tumbuh 12,4% menjadi Rp545,16 triliun per Juni 2026, menunjukkan kapasitas bank yang semakin kuat. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN mencapai Rp433,00 triliun, meningkat 6,6%. BTN terus berupaya memperkuat struktur dana murah melalui akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, dan perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah serta institusi, yang berhasil menjaga biaya dana tetap efisien di kisaran 3,01% sepanjang paruh pertama tahun ini.










Tinggalkan komentar