haluannews.id – PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk BBTN bersiap melancarkan gebrakan besar di sektor perbankan dengan melanjutkan proses akuisisi portofolio kredit pensiun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk BTPN. Aksi korporasi strategis ini dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026 menandai babak baru ekspansi BTN di luar segmen perumahan.

Related Post
Sebelumnya BTN telah sukses menuntaskan akuisisi tahap perdana senilai Rp126 triliun. Kini di tahap kedua raksasa perbankan ini akan kembali menggelontorkan dana sekitar Rp734 triliun untuk memperluas cakupan portofolio kredit pensiunnya. Dengan rampungnya seluruh tahapan akuisisi BTN diproyeksikan akan mengelola total sekitar 344600 rekening kredit pensiun sebuah angka yang signifikan di pasar.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan langkah akuisisi ini merupakan bagian integral dari strategi perseroan untuk memperkokoh struktur portofolio kredit non-perumahan. Menurut Nixon akuisisi ini tidak hanya membuka keran pertumbuhan baru dengan potensi imbal hasil yang lebih menggiurkan tetapi juga menjaga profil risiko tetap terkendali. Ia menambahkan seluruh portofolio kredit yang diakuisisi adalah kredit berkualitas tinggi atau performing loan yang secara langsung akan mendongkrak kualitas aset dan profitabilitas perusahaan.
Melalui skema pertumbuhan anorganik ini BTN membidik peningkatan porsi kredit non-perumahan secara bertahap mencapai 30 persen dari total portofolio kredit dalam lima tahun mendatang. Target ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang tangguh dan berkelanjutan. Nixon menjelaskan bahwa strategi beyond mortgage bukan berarti mengabaikan bisnis inti pembiayaan perumahan namun justru melengkapinya. Ini memungkinkan nasabah BTN memperoleh akses kredit mulai dari fase produktif hingga masa purnabakti sekaligus memperkuat ketahanan bisnis BTN dalam jangka panjang ujarnya pada Kamis 16 Juni 2026.
Kinerja BTN hingga semester pertama 2026 menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp41811 triliun melonjak 112 persen secara tahunan dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp37611 triliun. Pertumbuhan impresif ini didorong oleh kenaikan kredit perumahan sebesar 48 persen menjadi Rp33288 triliun per Juni 2026 dari sebelumnya Rp31777 triliun. Lebih mencolok lagi kredit non-perumahan meroket 461 persen mencapai Rp8522 triliun pada Juni 2026 dibandingkan Rp5834 triliun di Juni 2025.
Kredit Pemilikan Rumah KPR subsidi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit perumahan dengan peningkatan 81 persen year-on-year dari Rp18217 triliun menjadi Rp19696 triliun per Juni 2026. Selain itu Kredit Program Perumahan KPP yang baru diluncurkan pada akhir Oktober 2025 telah berhasil menyalurkan Rp41 triliun hingga Juni 2026. Nixon menambahkan ekspansi kredit non-perumahan sebagian besar ditopang oleh penetrasi agresif ke berbagai sektor vital seperti pendidikan kesehatan pemerintahan lembaga keuangan dan ritel. BTN juga aktif menjalin kemitraan dengan perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebuah langkah diversifikasi bisnis beyond mortgage yang juga bertujuan meningkatkan penjualan silang kepada nasabah setia.








Tinggalkan komentar