Prabowo Ubah Jakarta Bali Jadi Jantung Keuangan Global

Prabowo Ubah Jakarta Bali Jadi Jantung Keuangan Global

haluannews.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Jakarta dan Bali sebagai dua lokasi strategis untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Keputusan monumental ini diungkapkan dalam pidato pentingnya saat penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 serta Nota Keuangan, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

COLLABMEDIANET

Prabowo menegaskan, penetapan ini bukan tanpa alasan. Ia membayangkan PFII akan mentransformasi wajah Jakarta dan Bali menjadi pusat global yang tak hanya berfokus pada keuangan dan investasi, tetapi juga inovasi teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial dengan standar kelas dunia.

Prabowo Ubah Jakarta Bali Jadi Jantung Keuangan Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk mewujudkan ambisi ini, struktur kelembagaan PFII dirancang komprehensif. Akan ada Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitrase PFII yang siap beroperasi.

Dalam operasionalnya, PFII akan mengadopsi fleksibilitas dan standar global. Bahasa Inggris diizinkan sebagai bahasa kontrak resmi, dan prinsip hukum komersial internasional akan diterapkan. Para hakim ad hoc akan direkrut dari talenta hukum terbaik, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Spektrum kegiatan yang ditawarkan sangat luas, mencakup perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

Prabowo juga menjanjikan berbagai insentif menarik. PFII akan menjamin kepastian transfer dan repatriasi modal serta laba, fasilitas perpajakan khusus bagi kegiatan yang memenuhi kriteria, golden visa, dan layanan perizinan yang sangat kompetitif. Namun, ia menekankan bahwa semua kemudahan ini tidak akan mengorbankan integritas. Aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, serta pertukaran informasi internasional akan tetap ditegakkan dengan ketat.

Tujuan utama pembangunan PFII sangat jelas, menurut Prabowo. Ia ingin agar modal dunia menemukan kepastian berinvestasi di Indonesia, talenta-talenta terbaik global dapat berkarya di tanah air, dan seluruh transaksi kekayaan Indonesia dapat diselesaikan di dalam negeri. Jakarta dan Bali, tegasnya, harus menjadi magnet utama bagi penghimpunan modal dunia, sekaligus lokomotif pembiayaan masa depan Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar