Perang Dana Bank Dimulai Siapa Pemenangnya

Perang Dana Bank Dimulai Siapa Pemenangnya

haluannews.id – Gelombang penerbitan obligasi oleh perbankan nasional semakin deras. Fenomena ini menjadi sorotan tajam di tengah persaingan likuiditas pasar yang kian memanas. Sepanjang tahun ini, setidaknya tujuh bank tercatat aktif merilis surat utang, menandakan adanya perebutan dana yang sengit di industri keuangan.

COLLABMEDIANET

Salah satu raksasa perbankan Tanah Air, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), tak ketinggalan dalam tren ini. Pada bulan Maret lalu, BRI sukses menerbitkan obligasi berkelanjutan yang menargetkan perolehan dana fantastis, mencapai sekitar Rp4,4 triliun dari tiga seri yang ditawarkan.

Perang Dana Bank Dimulai Siapa Pemenangnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tak hanya bank swasta dan BUMN, bank pembangunan daerah (BPD) juga turut meramaikan. PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB, misalnya, pada bulan April lalu berhasil menghimpun dana sekitar Rp1 triliun melalui obligasi keberlanjutan. Disusul kemudian oleh PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) di bulan yang sama, yang mengincar dana sekitar Rp1,5 triliun dari dua seri obligasi berkelanjutan mereka.

Deretan bank swasta pun tak mau ketinggalan. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) telah aktif menerbitkan obligasi pada bulan Februari dan Juni lalu. Sementara itu, PT Bank UOB Indonesia yang telah merilis obligasi pada Januari, bersiap kembali dengan tiga seri obligasi baru di bulan Juli ini. Dua bank lain, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) dan PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC), juga dijadwalkan menerbitkan obligasi masing-masing dua dan satu seri pada Juli ini.

Menurut Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, lonjakan penerbitan obligasi ini merupakan imbas langsung dari ketatnya persaingan likuiditas di pasar. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini bukan serta merta indikasi kondisi industri perbankan yang melemah.

"Ini lebih merupakan strategi pendanaan yang cerdas agar bank dapat memperoleh sumber dana jangka menengah dan panjang yang lebih stabil," jelas Trioksa kepada haluannews.id belum lama ini. Ia menambahkan, strategi ini krusial di tengah tingginya laju pertumbuhan kredit, melonjaknya biaya dana, serta kompetisi yang semakin intens dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan merilis obligasi, bank dapat memastikan struktur pendanaan mereka tetap prima, meminimalkan ketergantungan pada deposito berbiaya tinggi, sekaligus menjaga kemampuan penyaluran kredit tanpa harus mengorbankan margin profitabilitas. Ini adalah manuver strategis untuk tetap lincah di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar