haluannews.id – Dunia keuangan dan komoditas Indonesia tengah menyoroti satu nama yang diproyeksikan akan memegang kendali penting. M. Sarjito kini resmi menjadi kandidat tunggal Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sekaligus Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan krusial ini diumumkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani usai gelaran Rapat Paripurna DPR ke-2.

Related Post
Nama Sarjito termaktub dalam surat presiden yang mengusulkan calon untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS merangkap ADK OJK, bersama dengan calon Deputi Gubernur dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Seluruh kandidat ini akan menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan yang ketat di parlemen. Puan Maharani telah memberikan mandat kepada Komisi XI DPR RI untuk melaksanakan prosedur seleksi tersebut.

"Proses pemilihan atau persetujuan Deputi Gubernur, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, akan dimulai hari ini sesuai mekanisme di Komisi XI. Begitu pula dengan OJK," ujar Puan di Gedung DPR RI, belum lama ini. Ia menambahkan, "Untuk OJK, juga akan diproses sesuai mekanisme di Komisi XI. Kami sudah menugaskan Komisi XI, dan namanya adalah Bapak M. Sarjito. Beliau nantinya akan diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku."
Di bawah pengawasan ketat OJK, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ini diharapkan dapat beroperasi penuh mulai 1 Januari 2027. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa detail implementasi BMKS, termasuk jenis-jenis komoditas yang akan diperdagangkan, akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Presiden (Perpres).
Lantas, siapa sebenarnya sosok Sarjito yang kini menjadi figur sentral pengawas bursa mineral pertama di Tanah Air ini?
M. Sarjito bukanlah nama asing di lingkungan OJK. Sebelum memasuki masa purna tugas pada tahun 2024, ia sempat menjabat sebagai Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK. Selain itu, Sarjito juga dikenal luas sebagai Ketua Satgas Waspada Investasi (PASTI), sebuah tim yang aktif memerangi praktik investasi ilegal demi melindungi masyarakat.
Rekam jejak profesionalnya sebagian besar dihabiskan di sektor pasar modal. Sarjito pernah menduduki posisi penting sebagai Kepala Biro Investigasi Formal dan Kriminal di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Kementerian Keuangan. Pengalamannya semakin diperkaya saat ia mengemban peran sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal OJK, menunjukkan kedalamannya dalam memahami seluk-beluk industri ini.
Dari sisi pendidikan, Sarjito memiliki latar belakang yang solid dan beragam. Ia menyandang gelar Sarjana Hukum dengan spesialisasi Praktisi Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, ia juga merupakan lulusan Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Untuk memperdalam keilmuannya di bidang keuangan, Sarjito melanjutkan studi dan meraih gelar MBA di bidang Keuangan dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, ia juga memiliki kualifikasi sebagai Notaris Profesional dari Universitas Jayabaya.










Tinggalkan komentar