Dunia Geger Ancaman Trump Bom Oman Yield Obligasi AS Pecah Rekor

Dunia Geger Ancaman Trump Bom Oman Yield Obligasi AS Pecah Rekor

haluannews.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak hebat di pasar keuangan global. Harga minyak mentah Brent melambung melewati angka US$91 per barel pada awal pekan, menyusul laporan media Iran mengenai insiden penyitaan sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, koridor maritim vital bagi distribusi energi dunia.

COLLABMEDIANET

Situasi kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras untuk melancarkan serangan bom ke Oman. Ancaman ini dilontarkan apabila negara tersebut dianggap menghalangi upaya Washington dalam mencapai konsensus damai dengan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Teheran memang menunjukkan peningkatan agresivitas dengan menyasar sejumlah kapal tanker yang berlayar melintasi selat tersebut.

Dunia Geger Ancaman Trump Bom Oman Yield Obligasi AS Pecah Rekor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Turbulensi ini turut membebani pasar obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun meroket hingga 5,31%, mencetak rekor tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun juga naik tipis ke posisi 4,725%, dari sebelumnya 4,695% pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Selain faktor geopolitik, investor juga tengah mencermati perlambatan ekonomi Tiongkok. Data penjualan ritel Tiongkok untuk periode Juli hanya tumbuh 0,6% secara tahunan, jauh di bawah proyeksi para analis. Angka ini muncul tak lama setelah data penjualan ritel AS pekan lalu juga mengecewakan pelaku pasar, sehingga perhatian kini beralih ke laporan kinerja kuartalan raksasa ritel seperti Target dan Walmart sebagai indikator kesehatan konsumen Amerika.

Di tengah sentimen negatif tersebut, saham-saham produsen chip dan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) justru mencatat penguatan. SpaceX menjadi sorotan utama setelah sahamnya melonjak 4,4% menyusul terkuaknya daftar investor institusi dan individu kelas kakap dalam dokumen pengajuan terbaru perusahaan, termasuk Nvidia, Universitas Harvard, dan Peter Thiel.

Meski optimisme di sektor AI sempat memberi angin segar, hal itu belum mampu menahan laju penurunan indeks-indeks utama Wall Street. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,5%, Nasdaq turun 0,3%, dan S&P 500 tergelincir 0,5% pada perdagangan Senin.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau ketat rilis laporan keuangan Home Depot yang dijadwalkan pada Selasa, serta data housing starts dan produksi industri AS yang turut menjadi perhatian investor dalam mengukur potensi arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar