Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia dilanda gejolak signifikan pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (06/02), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga 2,83%, mengakhiri sesi di level 7.874. Tekanan jual yang masif ini tidak hanya menghantam bursa saham, tetapi juga menyeret nilai tukar Rupiah yang turut melemah ke posisi Rp 16.875 per Dolar AS. Pelemahan ganda ini disinyalir kuat akibat hantaman sentimen negatif dari dua lembaga rating global, MSCI dan Moody’s, yang memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Related Post
Anjloknya IHSG dan tertekannya Rupiah mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi domestik, terutama setelah adanya sinyal dari MSCI dan Moody’s yang kerap menjadi barometer penting bagi aliran investasi asing. Bagaimana sebenarnya dinamika pergerakan pasar modal Tanah Air di penghujung pekan ini? Untuk mengupas tuntas fenomena tersebut, Haluannews.id menghadirkan dialog eksklusif dengan FX Analyst Haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama, dalam program Power Lunch yang tayang pada Jumat (06/02/2026). Analisis mendalam dari Elvan Chandra diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai arah pasar ke depan dan strategi yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku pasar.

Editor: Rohman










Tinggalkan komentar