Haluannews Ekonomi – PT Pupuk Indonesia (Persero), salah satu raksasa di sektor pupuk dan petrokimia nasional, tengah bersiap melakukan manuver bisnis ambisius. Dalam sebuah langkah strategis yang diumumkan oleh Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan pelat merah ini akan memangkas signifikan jumlah entitas anak usahanya, dari 57 menjadi hanya 15 entitas pada tahun 2027. Keputusan ini, yang akan dilakukan secara bertahap, menandai upaya transformatif untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar global, demikian dilaporkan Haluannews.id.

Related Post
Proses perampingan ini bukan sekadar pengurangan angka, melainkan restrukturisasi fundamental. Dari total 57 entitas usaha yang dimiliki Pupuk Indonesia pada tahun 2025, target awal adalah menyederhanakannya menjadi 17 entitas pada akhir 2026. Selanjutnya, pemangkasan akan berlanjut hingga mencapai angka 15 entitas pada penghujung tahun 2027, menciptakan struktur perusahaan yang jauh lebih ramping dan fokus.

Transformasi ini juga akan diiringi dengan pembentukan struktur bisnis yang lebih terfokus melalui tiga Sub-Holding utama. Ketiga pilar tersebut adalah Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia, yang masing-masing akan mengelola lini bisnis inti perusahaan. Untuk memastikan pasokan bahan baku yang stabil dan efisien, struktur baru ini juga akan didukung oleh Feedstock Co. sebagai entitas pengelola pasokan bahan baku strategis.
Rencana besar ini menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan. Diskusi tersebut secara khusus menyoroti percepatan penataan portofolio usaha, penyederhanaan struktur korporasi, penguatan fokus pada bisnis inti, serta pembentukan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi guna mencapai sinergi maksimal.
Melalui restrukturisasi ini, Pupuk Indonesia diharapkan mampu mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi, memperkuat daya saing industri pupuk dan petrokimia nasional di kancah global, serta mendukung pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan. "Melalui struktur baru tersebut, Pupuk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing industri pupuk dan petrokimia nasional, serta mendukung pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram @bumn.id.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar