OJK Bongkar Ancaman Ekonomi Keluarga: Generasi ‘Bantat’!

OJK Bongkar Ancaman Ekonomi Keluarga: Generasi 'Bantat'!

Haluannews Ekonomi – Fenomena "generasi sandwich" mungkin sudah akrab di telinga publik, menggambarkan individu yang menopang orang tua sekaligus anak-anaknya. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mengangkat isu baru yang tak kalah krusial dan berpotensi membebani stabilitas ekonomi rumah tangga di Indonesia: kemunculan "generasi bantat."

COLLABMEDIANET

Cecep Setiawan, Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan OJK, menjelaskan bahwa "generasi bantat" merujuk pada kelompok usia produktif yang, ironisnya, belum mampu menopang kehidupannya sendiri. Kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi beban finansial signifikan bagi orang tua mereka, terutama saat memasuki masa pensiun.

OJK Bongkar Ancaman Ekonomi Keluarga: Generasi 'Bantat'!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ini yang kita khawatirkan terjadi di generasi-generasi muda ini. Generasi yang seharusnya berkembang, malah dia bantat, tidak bisa berkembang," ujar Cecep dalam sebuah forum di gedung Kemenko PMK Jakarta, Senin (22/12), seperti dilansir Haluannews.id. Ia menambahkan, fenomena ini menggambarkan individu yang seharusnya sudah mandiri atau bahkan mampu menafkahi orang lain, namun justru terus bergantung pada dukungan finansial dari keluarga. Analogi "donat bantat" digunakan untuk menggambarkan kondisi ini: alih-alih mengembang dan berkembang, potensi finansial mereka justru terhambat.

Untuk mencegah meluasnya "generasi bantat" ini, OJK menekankan pentingnya pengetahuan dan pengelolaan keuangan yang bijak. Harapan besar disematkan pada peran orang tua, khususnya para ibu, untuk menanamkan edukasi dan literasi keuangan sejak dini kepada anak-anak mereka.

"Jadi kami disini harapan kami, Ibu-Ibu saya lihat, bisa mengajarkan kepada putra-putrinya untuk tidak menjadi generasi yang bantat. Menjadi generasi yang minta terus dinafkahi, tapi tidak bisa berkembang," jelas Cecep, menggarisbawahi urgensi pembentukan kebiasaan finansial yang sehat. Pembiasaan pengelolaan keuangan yang cerdas, mulai dari menabung hingga berinvestasi, menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang mandiri secara finansial. Cecep menegaskan, "Edukasi keuangan itu sangat penting, karena ibu-ibu memiliki peran krusial dalam menurunkan kebiasaan finansial (financial habit) kepada anak-anak." Langkah proaktif ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tangguh dan tidak menjadi beban ekonomi di masa depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar