Haluannews Ekonomi – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengawali tahun 2026 dengan performa yang cemerlang, merilis kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama yang menunjukkan laba sebelum pajak (PBT) mencapai Rp2,3 triliun. Capaian impresif ini juga diiringi dengan earnings per share (EPS) sebesar Rp70,20, mengukuhkan posisi bank sebagai salah satu pemain kunci di sektor perbankan nasional.

Related Post
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengungkapkan bahwa fondasi yang kuat menjadi pendorong utama kinerja positif ini. "Kami memulai tahun 2026 dengan pijakan yang kokoh, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang solid, peningkatan fee-based income yang signifikan, serta fundamental bisnis yang sehat," jelas Lani, seperti dikutip Haluannews.id pada Kamis (30/4/2026). Ia menambahkan bahwa stabilitas pertumbuhan pendapatan merupakan buah dari strategi yang matang dan dedikasi seluruh karyawan dalam melayani nasabah dan pemangku kepentingan.

Kinerja apik ini tak lepas dari manajemen biaya yang disiplin, serta strategi pertumbuhan kredit yang selektif. Ditopang oleh rasio dana pihak ketiga giro dan tabungan (CASA) yang mencapai rekor tertinggi 73,9%, CIMB Niaga berhasil menjaga kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di bawah rata-rata industri, sementara biaya kredit (cost of credit/CoC) berhasil dipertahankan di bawah 1%.
Bisnis wealth management CIMB Niaga juga menunjukkan geliat positif, terutama dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth. Hal ini tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, memperkuat diversifikasi basis pendapatan bank.
"Ke depan, dengan imbal hasil yang terjaga dan permodalan yang kuat, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sembari menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin," papar Lani. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan fokus utama pada kualitas aset dan ketahanan portofolio. Strategi ini sejalan dengan visi Forward30 dan tujuan perusahaan, yaitu Advancing Customers and Society, untuk mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia.
CIMB Niaga juga mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang prima, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,3% dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 89,2%. Total aset konsolidasian bank mencapai Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026, mengukuhkan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan peningkatan menjadi Rp260,1 triliun, tumbuh 2,3% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh kenaikan CASA sebesar 12,2% YoY, mencapai Rp192,3 triliun, yang mendorong rasio CASA ke angka 73,9%. Pencapaian ini mengindikasikan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah dan meningkatkan pengalaman perbankan digital.
Sementara itu, total kredit/pembiayaan tumbuh 2,2% YoY menjadi Rp235,1 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Corporate Banking sebesar 4,8% YoY, diikuti Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2% YoY, dan Consumer Banking sebesar 0,2% YoY. Khusus di segmen ritel, Kredit Pemilikan Mobil (KPM) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,0% YoY.
Dominasi Keuangan Syariah dan Komitmen Berkelanjutan
Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga, atau CIMB Niaga Syariah, terus mengukuhkan dominasinya sebagai UUS terbesar di Indonesia. Per 31 Maret 2026, total pembiayaan syariah mencapai Rp52,9 triliun dan DPK sebesar Rp45,0 triliun. CIMB Niaga Syariah juga aktif memperkuat struktur pendanaan dengan menggenjot dana murah melalui jaringan komunitas dan kemitraan strategis syariah, guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan memperluas ekosistem keuangan syariah nasional.
Dari sisi keberlanjutan, CIMB Niaga menjalankan berbagai inisiatif terintegrasi. Pada kuartal pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan bank tercatat sebesar Rp60,2 triliun, merepresentasikan hampir 26% dari total portofolio pembiayaan. Capaian ini mencerminkan ekspansi berkelanjutan pada sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan dan UMKM, serta pertumbuhan portofolio sustainability-linked loans. Pembiayaan UMKM mencapai Rp25,7 triliun, sekitar 43% dari total pembiayaan berkelanjutan, menegaskan fokus bank pada pembiayaan inklusif.
"Perkembangan kami dalam pembiayaan berkelanjutan, dekarbonisasi, dan berbagai inisiatif sosial menunjukkan tekad CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tegas Lani.
Ekosistem Digital Terintegrasi untuk Pengalaman Terbaik
Inovasi dan pendekatan customer centricity menjadi pilar utama pengembangan digital CIMB Niaga. Pada kuartal pertama 2026, mayoritas, atau 90,6%, transaksi keuangan nasabah kini beralih ke kanal branchless banking, meliputi aplikasi dan website OCTO, OCTOBIZ, ATM, serta OCTO Pay.
Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, CIMB Niaga terus mengintegrasikan kanal fisik dan digital melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Kantor cabang ini memadukan kapabilitas layanan mandiri digital dengan sentuhan personal, memungkinkan nasabah menyelesaikan layanan dasar seperti pembukaan rekening dan pencetakan kartu debit dalam waktu singkat. Hingga 31 Maret 2026, CIMB Niaga telah mengoperasikan 35 Digital Branch dan 38 Digital Hub di seluruh Indonesia.
OCTO kini menjadi ekosistem digital banking yang terintegrasi, menyatukan aplikasi dan website dalam satu pengalaman layanan yang mulus. Nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan perbankan harian, mulai dari transaksi BI-FAST, QRIS, pembayaran tagihan, hingga pengajuan pinjaman personal, kartu kredit, serta akses ke instrumen investasi seperti reksa dana, SBN Ritel, obligasi sekunder, dan fitur jual beli emas melalui #GetWealthSoon. OCTO juga memudahkan pembukaan rekening valuta asing (FX) hingga 15 mata uang dengan kurs kompetitif.
Untuk meningkatkan kenyamanan, CIMB Niaga memperkuat layanan Contact Center melalui ASK OCTO, yang dapat diakses via aplikasi OCTO maupun WhatsApp Call di nomor +62811-9781-4041 atau +62811-1500-800 (Nasabah Preferred dan Private Wealth). CIMB Niaga bahkan menjadi bank pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan WhatsApp Call. Hasilnya, transaksi keuangan melalui aplikasi OCTO meningkat 29% pada kuartal pertama 2026.
Mendukung pertumbuhan bisnis non-ritel, CIMB Niaga meluncurkan OCTOBIZ, platform perbankan digital terintegrasi yang dirancang khusus untuk nasabah non-ritel. OCTOBIZ, sebagai evolusi dari BizChannel@CIMB, menawarkan fitur inovatif dan antarmuka intuitif untuk pengelolaan transaksi domestik maupun internasional yang lebih mudah, efisien, dan aman.
"Digitalisasi pengelolaan keuangan bisnis adalah langkah penting bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dengan tagline Pintar Atur Bisnis Pakai OCTOBIZ, kami menghadirkan platform ini sebagai mitra terpercaya dan solusi komprehensif," ujar Lani. Sejak soft launch pada Februari 2026, OCTOBIZ telah diadopsi oleh lebih dari 20.000 perusahaan, menunjukkan tingginya permintaan pasar akan solusi digital yang terintegrasi.
Hingga 31 Maret 2026, CIMB Niaga didukung oleh 386 cabang dan jaringan (termasuk 28 Digital Lounge), 2.402 ATM (termasuk CRM dan MDM), serta 517.492 EDC, QR, dan e-Commerce di seluruh Indonesia.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar