OJK: Asuransi Hewan Peliharaan, Pasar Triliunan yang Tersembunyi!

Haluannews Ekonomi – Fenomena hewan peliharaan yang kian menempati posisi sentral sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga modern telah membuka cakrawala baru dalam lanskap industri asuransi di Indonesia. Seiring dengan peningkatan status "anabul" ini, muncul pula kebutuhan akan perlindungan finansial terhadap risiko kesehatan dan jiwa yang mungkin menimpa mereka. Meskipun asuransi hewan peliharaan masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat, produk ini sejatinya telah tersedia di pasar, meski dengan penetrasi yang masih sangat minim.

COLLABMEDIANET

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat potensi besar di segmen ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa pergeseran pandangan masyarakat, khususnya di perkotaan, yang menganggap hewan peliharaan sebagai anggota keluarga, menjadi pendorong utama pengembangan produk asuransi inovatif ini. Saat ini, mayoritas biaya perawatan medis hewan, mulai dari rawat inap hingga tindakan operasi, masih sepenuhnya ditanggung secara mandiri oleh pemilik.

OJK: Asuransi Hewan Peliharaan, Pasar Triliunan yang Tersembunyi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Di kawasan Asia Pasifik, pasar asuransi hewan menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, sementara di Indonesia penetrasinya masih relatif rendah. Kondisi ini membuka ruang pengembangan yang sangat besar ke depan," ujar Ogi dalam keterangannya kepada Haluannews.id.

Meski demikian, Ogi juga mengakui bahwa produk asuransi hewan di Indonesia saat ini masih sangat terbatas, dengan jumlah penyedia yang relatif sedikit dan belum mampu menjangkau pasar secara luas. Selain itu, tingkat literasi masyarakat mengenai manfaat dan ketersediaan asuransi hewan juga masih perlu ditingkatkan.

Menyikapi kondisi ini, OJK memandang situasi tersebut sebagai peluang emas bagi industri asuransi untuk berinovasi. Pengembangan produk yang lebih beragam dan sesuai kebutuhan masyarakat sangat dinantikan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, serta keberlanjutan bisnis.

Pada dasarnya, asuransi hewan peliharaan berfungsi layaknya jaring pengaman finansial. Produk ini memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko atau kejadian tak terduga yang menimpa hewan kesayangan. Meskipun termasuk dalam kategori asuransi umum, cakupan perlindungannya memiliki kemiripan dengan asuransi jiwa dan kesehatan. Manfaat utamanya meliputi perlindungan dari risiko kematian akibat kecelakaan, biaya kremasi, hingga biaya perawatan intensif di rumah sakit hewan. Tidak hanya itu, beberapa polis bahkan mencakup biaya pengobatan pihak ketiga jika hewan peliharaan Anda secara tidak sengaja menyebabkan cedera pada orang lain atau hewan lain.

Potensi pasar ini bukan sekadar spekulasi. Data dari Mordor Intelligence menunjukkan bahwa ukuran pasar asuransi hewan peliharaan di Asia-Pasifik diproyeksikan mencapai US$ 9,69 miliar pada tahun 2025. Angka ini diperkirakan akan melesat menjadi US$ 11,41 miliar pada tahun 2026 dan mencapai US$ 25,94 miliar pada tahun 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 17,82% selama periode perkiraan (2026-2031).

Peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan masyarakat, lonjakan biaya perawatan hewan, serta semakin kuatnya pandangan bahwa hewan peliharaan adalah bagian integral dari keluarga, menjadi faktor pendorong utama percepatan pertumbuhan ini. Adopsi asuransi hewan juga diperkirakan akan menyebar dari wilayah yang sudah mapan seperti Jepang dan Australia, menuju negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Tiongkok, India, dan ekonomi utama di Asia Tenggara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar