Haluannews Ekonomi – Pertumbuhan penerbitan obligasi korporasi di tahun 2025 diprediksi relatif stagnan. Hal ini disampaikan oleh Hendro Utomo, Rating Director PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id, Jumat (7/2/2025). Menurutnya, tahun 2024 lalu, penerbitan obligasi korporasi nyaris mencapai angka fantastis, yakni Rp 150 triliun.

Related Post
Namun, tahun depan diramalkan berbeda. Sejumlah faktor mempengaruhi proyeksi tersebut. Salah satunya adalah jatuh tempo surat utang yang mencapai Rp 162 triliun di tahun 2025. Jumlah ini berpotensi mendorong perusahaan untuk menambah pembiayaan melalui penerbitan obligasi baru guna menutupi kewajiban tersebut.

Faktor penentu lainnya adalah pergerakan suku bunga. Hendro menjelaskan, jika suku bunga acuan dipangkas, maka minat investor untuk berinvestasi di pasar surat utang korporasi Indonesia akan meningkat, sehingga berdampak positif pada peningkatan penerbitan obligasi. Sebaliknya, suku bunga tinggi akan membuat penerbitan obligasi cenderung lesu.
Wawancara selengkapnya dengan Hendro Utomo dapat disaksikan kembali di tayangan Power Lunch Haluannews.id. Prospek penerbitan surat utang korporasi di tahun 2025 tampaknya masih menjadi teka-teki yang menarik untuk diikuti.











Tinggalkan komentar