Haluannews Ekonomi – Waspada! Modus pencurian dana melalui mobile banking (m-banking) semakin canggih dan merugikan banyak nasabah. Kemudahan bertransaksi digital ternyata menyimpan ancaman serius berupa pembobolan rekening dan pengurasan tabungan. Tak hanya pencurian data pribadi dan phising yang kerap terjadi, kini muncul modus baru yang lebih licik.

Related Post
Haluannews.id mencatat maraknya impersonation, yakni aksi penipuan dengan menyamar sebagai perusahaan investasi, fintech, atau entitas lain. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menemukan lebih dari 340 link penipuan dengan modus ini, sebagian besar tersebar di platform Telegram, WhatsApp, website, Instagram, dan media sosial lainnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi atau Kiki, mendesak pelaku usaha jasa keuangan untuk proaktif melaporkan kasus impersonation tanpa menunggu kerugian terjadi.

Sepanjang tahun hingga November 2024, OJK menerima 31.099 aduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), dengan aduan terkait perbankan dan fintech mendominasi. Angka ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada.
Untuk mencegah menjadi korban kejahatan digital perbankan, OJK memberikan sebelas tips penting:
- Jangan pernah memberitahukan kode akses/PIN kepada siapa pun.
- Jangan mencatat dan menyimpan kode akses/PIN SMS banking di tempat yang mudah diakses orang lain.
- Periksa detail transaksi sebelum konfirmasi.
- Tunggu konfirmasi transaksi setelah melakukan pembayaran.
- Selalu periksa notifikasi SMS atau email transaksi dan laporkan transaksi mencurigakan ke bank.
- Ganti PIN segera jika merasa kode akses diketahui orang lain.
- Laporkan kehilangan atau pencurian SIM Card ke bank segera.
- Waspadai aplikasi internet mencurigakan yang berpotensi malware.
- Hindari transaksi internet banking di tempat umum seperti warnet atau WiFi gratis.
- Selalu log out setelah bertransaksi di internet banking.
- Hapus semua data pribadi dari ponsel jika berganti perangkat.
Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan masyarakat dapat meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan m-banking dan menjaga keamanan finansial mereka. Tetap waspada dan lindungi data pribadi Anda!




Tinggalkan komentar