Miliarder Baru Bermunculan! Ledakan Kekayaan dari Era AI

Miliarder Baru Bermunculan! Ledakan Kekayaan dari Era AI

Haluannews Ekonomi – Ledakan pesat kecerdasan buatan (AI) global tahun ini telah melahirkan gelombang penciptaan kekayaan terbesar dan tercepat dalam sejarah modern. Puluhan miliarder baru muncul bak jamur di musim hujan, didorong oleh investasi fantastis ke startup AI seperti Anthropic, Safe Superintelligence, OpenAI, dan Anysphere. Valuasi perusahaan-perusahaan ini melambung tinggi, menciptakan kekayaan di atas kertas yang mencapai miliaran dolar.

COLLABMEDIANET

Menurut CB Insights, saat ini terdapat 498 "unicorn" AI—perusahaan AI privat bernilai US$1 miliar atau lebih—dengan total valuasi mencapai US$2,7 triliun. Yang mengejutkan, 100 di antaranya baru berdiri sejak tahun 2023. "Selama lebih dari 100 tahun data, kami belum pernah melihat penciptaan kekayaan sebesar dan secepat ini," ungkap Andrew McAfee, peneliti utama di MIT, mengutip Haluannews.id, Senin (11/8/2025).

Miliarder Baru Bermunculan! Ledakan Kekayaan dari Era AI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kenaikan harga saham Nvidia, Meta, Microsoft, dan perusahaan publik lain yang terkait AI, serta perusahaan infrastruktur pendukungnya, turut menyumbang pada ledakan kekayaan ini. Ditambah lagi, gaji fantastis yang diterima para insinyur AI semakin mempercepat akumulasi kekayaan pribadi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dua gelombang teknologi sebelumnya tampak seperti pemanasan saja jika dibandingkan dengan fenomena ini.

Bloomberg mencatat pada Maret lalu, empat perusahaan AI swasta terbesar telah menciptakan setidaknya 15 miliarder dengan kekayaan gabungan US$38 miliar. Angka ini terus bertambah seiring munculnya unicorn baru di paruh kedua tahun 2025. Contohnya, Mira Murati, mantan CTO OpenAI, yang mendirikan Thinking Machines Lab dan berhasil mengamankan pendanaan US$2 miliar pada Juli—pendanaan tahap awal terbesar dalam sejarah—membawa valuasi perusahaannya ke US$12 miliar.

Anthropic AI tengah bernegosiasi untuk mendapatkan pendanaan US$5 miliar dengan valuasi mencapai US$170 miliar, hampir tiga kali lipat dari valuasi Maret lalu. Sementara itu, Anysphere melonjak dari valuasi US$9,9 miliar pada Juni menjadi tawaran US$18-20 miliar hanya dalam beberapa minggu, menjadikan CEO mudanya, Michael Truell (25 tahun), sebagai miliarder baru.

Berbeda dengan era dot-com akhir 1990-an, startup AI saat ini cenderung bertahan lebih lama di ranah privat berkat suntikan modal besar dari dana ventura, sovereign wealth fund, dan investor teknologi global. Namun, pasar sekunder yang berkembang pesat memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk menjual kepemilikannya. OpenAI bahkan dikabarkan tengah melakukan penjualan saham sekunder bagi karyawannya, dengan valuasi yang diproyeksikan mencapai US$500 miliar.

Fenomena ini juga memicu lonjakan merger, akuisisi, dan IPO. Data CB Insights mencatat ada 73 "liquidity event" sejak 2023. Salah satunya, investasi US$14,3 miliar Meta di Scale AI yang membuat pendirinya, Alexandr Wang, bergabung dengan tim AI Meta, dan rekan pendirinya, Lucy Guo, langsung membeli rumah mewah di Hollywood Hills senilai US$30 juta.

Gelombang kekayaan AI ini terpusat di Bay Area, AS, mirip dengan era dot-com. San Francisco kini memiliki 82 miliarder, melampaui New York yang memiliki 66 miliarder. Harga rumah di San Francisco pun memecahkan rekor, dengan penjualan properti di atas US$20 juta mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. Ledakan AI mengubah citra San Francisco yang beberapa tahun lalu diprediksi terjebak "doom loop" menjadi pusat kemakmuran baru—dan mungkin, medan persaingan miliarder berikutnya.

Di Indonesia, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman melesat masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan keduanya meningkat pesat sepanjang tahun berjalan. Mengutip data Forbes, kekayaan Toto pada tahun 2024 tercatat US$ 2,21 miliar, sedangkan Marina US$ 1,32 miliar. Dalam data Forbes Real Time Billionaires, Senin (11/8/2025), kekayaan Toto bertambah lebih dari lima kali lipat menjadi US$ 12,5 miliar dan Marina lebih dari enam kali lipat menjadi US$ 9,1 miliar, seiring dengan kenaikan harga saham emiten data center milik mereka, DCI Indonesia (DCII), yang sepanjang tahun berjalan naik 561,35% ke level 281.075.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar