Merger Adira-Mandala: Saham MFIN Jeblok 15%!

Merger Adira-Mandala: Saham MFIN Jeblok 15%!

Haluannews Ekonomi – Jelang merger Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan Mandala Multifinance Tbk (MFIN), pasar saham menunjukan reaksi yang berbeda. Saham ADMF justru menguat, sementara saham MFIN ambruk hingga 15% atau 345 poin, ditutup pada harga Rp 1.955 per saham. Perbedaan nasib ini menarik perhatian pelaku pasar menjelang penggabungan yang efektif pada 1 Oktober 2025.

COLLABMEDIANET

Proses merger ini telah mendapat lampu hijau dari pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adira Finance akan menjadi entitas penerima penggabungan, menghasilkan aset total Rp 38,4 triliun dan total pembiayaan lebih dari Rp 62 triliun. Jaringan bisnis pun akan meluas hingga 850 cabang di seluruh Indonesia, melayani lebih dari 2,6 juta pelanggan aktif.

Merger Adira-Mandala: Saham MFIN Jeblok 15%!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari akuisisi Mandala Finance oleh Adira Finance dan induknya, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG), pada Maret 2024. Akuisisi tersebut menelan investasi Rp 7 triliun untuk memperoleh 80,6% saham Mandala Finance. MUFG Bank memegang 70,6%, sementara Adira Finance 10%. MUFG Bank kemudian meningkatkan kepemilikannya menjadi 89,26% melalui penawaran tender wajib.

Menariknya, MFIN juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) untuk memenuhi kewajiban merger. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai nominal seluruh saham publik adalah Rp 1.849.176.900. Buyback saham akan dilakukan dengan harga wajar, mengacu pada harga penutupan rata-rata 90 hari terakhir sebelum persetujuan Dewan Komisaris pada 28 April 2025, yaitu Rp 3.426 per saham. Perbandingan dengan harga saham ADMF hari ini (Rp 9.100) menunjukkan harga wajar MFIN seharusnya sekitar Rp 479 per saham. Perbedaan harga ini menjadi sorotan analis pasar.

Ke depan, dinamika harga saham MFIN dan ADMF patut dipantau. Apakah penurunan harga saham MFIN akan berlanjut atau justru mengalami rebound? Analisis mendalam diperlukan untuk memahami implikasi merger ini terhadap kinerja keuangan kedua perusahaan dan kepercayaan investor.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar