Menguak Misteri Gunung Kawi Kunci Kekayaan Miliarder

Menguak Misteri Gunung Kawi Kunci Kekayaan Miliarder

haluannews.id – Gunung Kawi di Malang Jawa Timur bukan sekadar destinasi wisata biasa. Tempat ini telah lama dikenal sebagai pusat ziarah spiritual yang menyimpan beragam kisah mistis dan kepercayaan masyarakat. Salah satu legenda yang paling santer terdengar adalah cerita dua pengusaha keturunan Tionghoa yang konon mencapai puncak kekayaan setelah rutin mendatangi lokasi keramat ini. Mereka adalah Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong dua nama besar yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah ekonomi Indonesia.

COLLABMEDIANET

Perjalanan bisnis kedua taipan ini memang berbeda namun Gunung Kawi selalu muncul dalam narasi kesuksesan dan keberuntungan mereka. Kisah-kisah ini telah menjadi bagian dari folklore bisnis di tanah air.

Menguak Misteri Gunung Kawi Kunci Kekayaan Miliarder
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ong Hok Liong Sang Raja Rokok Bentoel

Menurut penelusuran sejarawan George Quinn dalam bukunya Wali Berandal Tanah Jawa yang terbit pada 2021 Ong Hok Liong adalah salah satu pebisnis yang tekun berziarah ke Gunung Kawi. Ia datang untuk memohon restu kepada Eyang Jugo dan Iman Soedjono demi kelancaran usahanya.

Salah satu kunjungan pentingnya terjadi pada tahun 1954. Kala itu Ong dikisahkan tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Saat terbangun ia segera menanyakan makna mimpinya kepada juru kunci makam. Juru kunci menafsirkan bahwa itu adalah petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengubah nama pabriknya yang saat itu bernama Stroothes-Fabriek dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Mengikuti petunjuk tersebut Ong kemudian mengganti merek rokoknya menjadi Bentoel sebuah nama yang diambil dari sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang muncul dalam mimpinya. Keputusan ini menjadi titik balik krusial. Penjualan rokok Bentoel meroket tajam bahkan mampu mempekerjakan hingga 3.000 karyawan dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Liem Sioe Liong Pendiri Imperium Salim Group

Kisah serupa juga melekat pada Liem Sioe Liong atau yang akrab disapa Sudono Salim pendiri Salim Group sebuah konglomerasi raksasa. Dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group Pilar Bisnis Soeharto karya Richard Borsuk dan Nancy Chng yang terbit pada 2016 disebutkan bahwa Salim secara berkala melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali setiap tahun.

Ketika hendak memulai proyek bisnis besar ia akan berdiam diri di kuil Tionghoa di kawasan tersebut. Di sana ia mencari petunjuk dari peramal dan menjalankan berbagai ritual. Salah satu metode yang sering ia gunakan adalah menggoyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi bertuliskan tertentu hingga sebatang lidi keluar. Tulisan pada lidi itu kemudian dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal.

Salah satu cerita paling terkenal adalah mengenai penunjukan Mochtar Riady untuk mengembangkan Bank Central Asia BCA. Buku tersebut mencatat bahwa keputusan penting ini dipengaruhi oleh keyakinan Salim setelah ia menemui seorang peramal di Gunung Kawi. Sekembalinya dari pertemuan itu dengan penuh keyakinan ia berkata "Aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mochtar."

Terlepas dari kebenaran keyakinan spiritual tersebut kisah kedua tokoh ini menunjukkan bagaimana Gunung Kawi menjadi bagian integral dari perjalanan hidup dan kesuksesan bisnis mereka. Baik Ong Hok Liong maupun Liem Sioe Liong berhasil membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran dolar yang kini memiliki jejak sejarah penting bagi perekonomian Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar