Mengejutkan Dolar AS Bikin Money Changer Lesu

Mengejutkan Dolar AS Bikin Money Changer Lesu

haluannews.id – Suasana lesu menyelimuti sejumlah pusat penukaran valuta asing atau money changer di Jakarta. Pemandangan tak biasa ini terpantau di kawasan Kwitang Jakarta Pusat pada Jumat 17 Juli 2026, di mana aktivitas transaksi terlihat jauh dari keramaian normal. Fenomena ini diduga kuat akibat kombinasi tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat serta beberapa mata uang asing lainnya terhadap rupiah, ditambah berakhirnya masa libur sekolah.

COLLABMEDIANET

Tim haluannews.id yang melakukan penelusuran di dua money changer ternama, VIP Money Changer dan Ayu Masagung, mendapati kondisi yang serupa. Di VIP Money Changer, meskipun ada beberapa pengunjung, jumlahnya tidak sepadat biasanya. Surya, salah satu petugas di sana, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini memang sepi. "Biasanya kalau ramai bisa 200-an orang yang datang buat tukar uang, tapi sampai siang ini, ya baru 100 orang, ada mungkin 95 orang sepertinya," ujar Surya. Ia menambahkan, kelesuan ini sudah terasa sejak libur sekolah usai, bahkan saat liburan pun jumlah pengunjung tidak terlalu signifikan. "Mungkin orang-orang pada liburan ke PRJ saja," candanya.

Mengejutkan Dolar AS Bikin Money Changer Lesu
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi yang lebih lengang justru terlihat di Ayu Masagung. Seorang petugas keamanan di lokasi tersebut mengamini bahwa usai libur sekolah, jumlah pengunjung merosot drastis. "Iya, libur sekolah berakhir, di sini jadi sepi, kemarin sempat ramai, cuma ya enggak terlalu ramai juga sih," katanya. Ia juga menyoroti bahwa tingginya kurs mata uang asing, khususnya dolar AS dan dolar Singapura, menjadi faktor utama yang membuat masyarakat enggan menukarkan uang. "Mungkin karena dolar AS dan dolar Singapura yang lagi mahal, jadi makin sedikit yang mau nukar," tambahnya.

Memang, dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menunjukkan ketahanan di atas level Rp18.000 per dolar. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa selama tujuh hari kerja terakhir, kurs rupiah konsisten berada di atas ambang batas psikologis tersebut. Sebagai contoh, pada 8 Juli 2026, rupiah berada di Rp18.005 per dolar, dan bahkan mencapai Rp18.041 per dolar pada 16 Juli 2026. Puncaknya, rupiah sempat menyentuh Rp18.131 per dolar AS di bulan ini.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah menunjukkan perlawanan dengan menguat 0,53% ke posisi Rp17.885 per dolar AS, berdasarkan data Refinitiv. Penguatan ini menjadi yang terkuat dalam lebih dari dua pekan terakhir, tepatnya sejak 30 Juni 2026, sekaligus membawa rupiah menjauh dari bayang-bayang level Rp18.000.

Meskipun demikian, perbedaan kurs jual dan beli di money changer masih bervariasi. Di VIP Money Changer, kurs jual dolar AS per pukul 14:00 WIB sudah berangsur turun di bawah Rp18.000, mencapai Rp17.940, sementara kurs belinya Rp17.910. Berbeda dengan Ayu Masagung, yang masih mematok kurs jual dolar AS di Rp18.100 dan kurs beli Rp17.925.

Berikut rincian kurs beli dan jual valuta asing di dua money changer tersebut per Jumat (17/7/2026) siang:

1. VIP Money Changer

  • Dolar AS: Beli Rp17.910/US$ | Jual Rp17.940/US$
  • Dolar Singapura: Beli Rp13.905/SG$ | Jual Rp13.930/SG$
  • Dolar Australia: Beli Rp12.505/AU$ | Jual Rp12.555/AU$
  • Riyal Arab Saudi: Beli Rp4.745/SAR | Jual Rp4.765/SAR
  • Ringgit Malaysia: Beli Rp4.395/MYR | Jual Rp4.420/MYR
  • Yen Jepang: Beli Rp110,30/JPY | Jual Rp110,80/JPY
  • Yuan China: Beli Rp2.650/CNY | Jual Rp2.660/CNY

2. Money Changer Ayu Masagung

  • Dolar AS: Beli Rp17.925/US$ | Jual Rp18.100/US$
  • Dolar Singapura: Beli Rp13.915/SG$ | Jual Rp13.940/SG$
  • Dolar Australia: Beli Rp12.515/AU$ | Jual Rp12.565/AU$
  • Riyal Arab Saudi: Beli Rp4.720/SAR | Jual Rp4.895/SAR
  • Ringgit Malaysia: Beli Rp4.395/MYR | Jual Rp4.470/MYR
  • Yen Jepang: Beli Rp110,55/JPY | Jual Rp111,95/JPY
  • Yuan China: Beli Rp2.655/CNY | Jual Rp2.670/CNY

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar