Haluannews Ekonomi – Produsen laptop lokal, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), tengah gencar membidik pasar Amerika Serikat (AS) di tengah dinamika tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan AS. Direktur Utama ZYRX, Timothy Siddik, mengungkapkan bahwa strategi perusahaan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi hingga tahun 2025 adalah dengan menyeimbangkan penetrasi pasar di berbagai segmen, mulai dari B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer), hingga B2G (Business-to-Government).

Related Post
ZYRX menargetkan pemerataan pangsa pasar di ketiga segmen tersebut, baik di pasar domestik maupun internasional. Di pasar dalam negeri, ZYRX mengandalkan keunggulan produknya yang dirancang khusus untuk tahan terhadap kondisi cuaca Indonesia yang lembap, serta didukung oleh layanan purna jual yang solid.

Lebih lanjut, Timothy Siddik berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh terhadap industri teknologi lokal, khususnya dalam meningkatkan potensi ekspor laptop. Pemberlakuan tarif impor oleh AS dinilai dapat menjadi momentum bagi produk ZYRX untuk meningkatkan daya saing di pasar global, termasuk pasar AS yang sangat potensial.
"Kami melihat ini sebagai peluang emas untuk menunjukkan kualitas dan daya saing produk Indonesia di kancah internasional," ujar Timothy Siddik dalam sebuah wawancara dengan Haluannews.id.
Langkah ZYRX ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi. Dukungan pemerintah, seperti insentif fiskal dan kemudahan perizinan, diharapkan dapat semakin memacu pertumbuhan industri teknologi dalam negeri.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan, industri laptop Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global dan menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar