Laba PGUN Anjlok Lebih 40 Persen Ini Biang Keroknya

Laba PGUN Anjlok Lebih 40 Persen Ini Biang Keroknya

haluannews.id – PT Pradiksi Gunatama Tbk PGUN emiten kelapa sawit milik konglomerat Haji Isam mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada paruh pertama tahun 2026. Keuntungan bersih perusahaan terpangkas drastis hingga 4672 persen menjadi Rp4451 miliar. Angka ini jauh di bawah perolehan Rp8353 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia BEI pendapatan penjualan bersih PGUN juga mengalami penurunan signifikan. Hingga Juni 2026 penjualan bersih tercatat Rp30498 miliar ambles 2082 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp38517 miliar.

Laba PGUN Anjlok Lebih 40 Persen Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun beban pokok penjualan berhasil ditekan lebih dalam sebesar 3322 persen menjadi Rp15564 miliar dari sebelumnya Rp23308 miliar hal ini belum cukup menopang laba bruto. Secara nominal laba bruto perusahaan tetap menyusut 181 persen menjadi Rp1493 miliar dari Rp15209 miliar pada periode serupa tahun lalu.

Di sisi operasional perusahaan memang menunjukkan efisiensi pada beban penjualan yang turun 3187 persen menjadi Rp653 miliar dari Rp958 miliar di semester I 2025. Namun upaya penghematan ini seolah tak berarti karena tergerus oleh lonjakan beban umum dan administrasi yang membengkak luar biasa. Pos pengeluaran ini meroket 36284 persen menjadi Rp8011 miliar dari hanya Rp1731 miliar pada paruh pertama tahun sebelumnya. Kenaikan drastis inilah yang menjadi biang keladi utama merosotnya profitabilitas perusahaan.

Meski demikian PGUN sempat mencatatkan angin segar dari keuntungan atas perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp523 miliar berbalik dari kerugian Rp610 miliar pada semester I 2025. Namun tingginya kenaikan beban operasional membuat laba usaha perusahaan tetap terjun bebas 4296 persen menjadi Rp6793 miliar dari Rp11910 miliar.

Pada segmen non-operasional beban keuangan berhasil ditekan 2370 persen menjadi Rp1295 miliar dari Rp169 miliar. Sayangnya pendapatan lain-lain juga ikut menyusut 5394 persen menjadi Rp222 miliar dibandingkan Rp482 miliar pada semester I 2025. Kombinasi faktor-faktor ini mengakibatkan laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp5720 miliar anjlok 4652 persen dari Rp10694 miliar.

Sementara itu beban pajak kini berkurang 1319 persen menjadi Rp2186 miliar dari Rp2518 miliar. Di sisi lain manfaat pajak tangguhan justru meningkat pesat sekitar 41795 persen menjadi Rp917 miliar dari Rp177 miliar pada semester I 2025.

Perusahaan juga masih mencatat rugi komprehensif lain sebesar Rp42973 juta namun angka ini membaik sekitar 5517 persen dibandingkan rugi Rp95862 juta pada semester I 2025. Perbaikan ini membawa jumlah laba komprehensif periode berjalan menjadi Rp4408 miliar turun 4662 persen dari Rp8258 miliar.

Hingga semester I 2026 total aset PGUN tercatat Rp242 triliun sedikit menurun dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp252 triliun.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar