Haluannews Ekonomi – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menorehkan prestasi gemilang jelang transformasinya menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Haluannews.id mendapatkan informasi bahwa kinerja positif ini tercatat menjelang proses spin off dan merger dengan PT Bank Victoria Syariah, yang telah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham.

Related Post
Sepanjang semester I-2025, laba bersih BTN Syariah melesat hingga Rp 401 miliar, meningkat 8,3% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 48,46 triliun, naik 17% (yoy), dan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 19,8% (yoy) menjadi Rp 55,23 triliun. Akumulasi tersebut mendorong pertumbuhan aset hingga 18% (yoy) menjadi Rp 65,56 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa proses spin off ini menandai era baru bagi BTN Syariah. Ia optimistis, dengan merger ini, BSN akan menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia, setelah Bank Syariah Indonesia (BSI). Proses akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BVIS pada 20 Agustus 2025. Dengan total aset BVIS sebesar Rp 1,11 triliun, total aset BSN diperkirakan mencapai Rp 66,67 triliun.
Langkah strategis ini diharapkan akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta perbankan syariah global. Keberhasilan BTN Syariah menjadi bukti nyata potensi pertumbuhan sektor perbankan syariah di Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar