Geo Dipa Bidik Target 1 GW Panas Bumi

Geo Dipa Bidik Target 1 GW Panas Bumi

haluannews.id – Sektor energi terbarukan di Indonesia tengah memasuki babak baru yang sangat ambisius. PT Geo Dipa Energi (Persero) secara resmi mengumumkan langkah strategis besar-besaran untuk memperluas kapasitas produksi energi panas bumi di tanah air. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mengejar target ambisius sebesar 1 Gigawatt (GW) melalui pengembangan berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di berbagai titik potensial.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menyusun peta jalan finansial yang komprehensif guna mendukung ekspansi masif tersebut. Salah satu instrumen pendanaan yang disiapkan adalah melalui penerbitan obligasi. Langkah ini diproyeksikan akan mulai terealisasi pada tahun 2028 sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur modal perusahaan.

Geo Dipa Bidik Target 1 GW Panas Bumi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami memiliki strategi pembiayaan yang berlapis untuk mencapai target 1 Gigawatt tersebut. Selain menggunakan laba perusahaan untuk penambahan ekuitas dan modal disetor, kami juga merencanakan penerbitan obligasi serta menjajaki berbagai skema kemitraan strategis," ujar Yudistian dalam sebuah kesempatan wawancara.

Pengembangan energi panas bumi memang dikenal memiliki karakteristik yang unik dan penuh tantangan, terutama pada fase eksplorasi. Oleh karena itu, Geo Dipa Energi menekankan pentingnya mitigasi risiko sejak dini. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan memperkuat kajian teknis serta survei geologi yang lebih mendalam. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan teknis mengenai akses sumber energi panas bumi sebelum investasi besar dikucurkan.

Selain upaya internal, kolaborasi dengan pemerintah juga menjadi kunci utama. Geo Dipa Energi bersama Kementerian Keuangan telah meluncurkan berbagai instrumen untuk memitigasi risiko eksplorasi yang tinggi di sektor ini. Dua instrumen penting yang menjadi sorotan adalah Geothermal Risk Exploration Mitigation (GREM) dan paket Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi (PISP).

Kehadiran GREM dan PISP diharapkan dapat menjadi "bantalan" bagi para pelaku industri dalam menghadapi ketidakpastian saat melakukan pengeboran awal. Dengan adanya pembagian risiko antara pemerintah dan pengembang, iklim investasi di sektor panas bumi diharapkan menjadi lebih menarik bagi investor global maupun domestik.

Langkah ekspansi ini bukan sekadar upaya mengejar angka produksi, melainkan bagian dari komitmen besar Indonesia dalam transisi energi menuju net zero emission. Dengan kapasitas 1 GW, Geo Dipa Energi akan memainkan peran krusial dalam mengurangi ketergantungan nasional terhadap bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Melalui kombinasi antara teknologi survei yang canggih, strategi pendanaan yang matang, dan dukungan kebijakan pemerintah, masa depan energi panas bumi Indonesia kini terlihat semakin cerah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar