Tragedi Gentisville dan Perampokan Bank Besar

Tragedi Gentisville dan Perampokan Bank Besar

haluannews.id – Sebuah peristiwa kriminalitas besar pernah mengguncang Batavia pada awal abad ke-20, melibatkan dua sosok yang seharusnya menjadi tokoh terpandang di masyarakat. Herman dan Cornelis Gentis, dua bersaudara yang merupakan pengusaha properti kelas atas, terjerat kasus perampokan besar di bank sentral Hindia Belanda. Aksi nekat ini dipicu oleh keputusasaan finansial setelah ambisi besar mereka membangun sebuah kota mandiri berakhir dengan bencana.

COLLABMEDIANET

Peristiwa mencekam ini terjadi pada 22 November 1902 di kantor De Javasche Bank (DJB) di Batavia, yang kini dikenal sebagai Bank Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah dari surat kabar De Nieuwe Vorstenlanden, kedua pelaku memulai aksi mereka dengan sangat rapi. Mereka datang dengan penampilan yang sangat elegan, layaknya kaum borjuis yang hendak melakukan transaksi perbankan rutin. Penyamaran ini berhasil mengelabui petugas bank pada awalnya.

Tragedi Gentisville dan Perampokan Bank Besar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, suasana berubah menjadi horor ketika kedua kakak beradik ini mengeluarkan senjata api. Di bawah todongan pistol, petugas bank tidak memiliki pilihan selain membuka brankas dan menyerahkan uang sebesar 100 ribu gulden. Jika dikonversi dengan nilai emas saat ini, jumlah uang tersebut setara dengan Rp157 miliar.

Pelarian mereka pun berlangsung dramatis dan penuh kekerasan. Setelah berhasil menguasai uang, mereka menembak seorang petugas yang mencoba mengejar. Tak berhenti di situ, mereka membajak sebuah delman yang sedang membawa penumpang, bahkan sempat melepaskan tembakan ke arah penumpang yang ada di dalamnya. Pelarian berlanjut hingga ke kawasan Jembatan Merah, di mana mereka berganti kendaraan menggunakan kuda yang telah disiapkan oleh rekan mereka.

Pengejaran besar-besaran dilakukan oleh pihak kepolisian hingga dini hari di kawasan Ciluar, Bogor. Saat kuda yang mereka tunggangi mulai kelelahan, salah satu pelaku mencoba melompat untuk kabur, namun polisi berhasil meringkusnya. Sementara itu, Cornelis akhirnya tertangkap setelah sempat dicegat dan dikeroyok oleh warga di Kota Bogor.

Motif di balik aksi kriminal ini ternyata sangat tragis. Sebelum menjadi buronan, Gentis bersaudara adalah pengembang proyek ambisius bernama "Gentisville" di Pelabuhanratu, Sukabumi. Proyek tersebut dirancang sebagai kota mandiri mewah dengan deretan vila di perbukitan dan fasilitas hiburan eksklusif. Namun, pada Agustus 1902, kebakaran hebat meluluhlantakkan seluruh proyek tersebut. Kegagalan investasi dan tekanan finansial yang hebat membuat mereka nekat melakukan perampokan terencana menggunakan wig dan penyamaran untuk menutupi identitas asli mereka.

Meski pengadilan menjatuhkan hukuman penjara yang berat, yakni 15 tahun untuk Herman dan 10 tahun untuk Cornelis, nasib mereka berakhir berbeda. Pada tahun 1904, Gubernur Jenderal Hindia Belanda memberikan pengampunan kepada keduanya. Mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman selama tujuh tahun, sebuah akhir yang kontras dari aksi kriminalitas yang sempat menggemparkan Batavia tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar