Laba BUMN Farmasi Melejit 542 Persen Ini Rahasianya

Laba BUMN Farmasi Melejit 542 Persen Ini Rahasianya

haluannews.id – Emiten farmasi milik negara, PT Phapros Tbk (PEHA), berhasil mencatatkan kinerja luar biasa pada semester I tahun 2026. Perusahaan ini mengumumkan perolehan laba bersih yang melesat tajam hingga 542,43 persen, mencapai angka Rp15,29 miliar. Angka ini jauh melampaui perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp2,38 miliar. Kenaikan signifikan ini turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi Rp18, dari sebelumnya Rp3.

COLLABMEDIANET

Performa gemilang Phapros tak lepas dari peningkatan penjualan bersih yang solid. Sepanjang paruh pertama 2026, penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp482,85 miliar, mengalami surplus signifikan dibandingkan Rp458,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun beban pokok penjualan juga sedikit membengkak menjadi Rp239,35 miliar dari Rp238,46 miliar, laba kotor perusahaan tetap melonjak impresif menjadi Rp243,49 miliar, jauh di atas Rp219,76 miliar yang dibukukan sebelumnya.

Laba BUMN Farmasi Melejit 542 Persen Ini Rahasianya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja positif ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Selain kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor juga menjadi penyokong utama, berkat strategi perbaikan portofolio produk serta efisiensi operasional dalam proses produksi di pabrik.

Menurut Intan, keberhasilan ini merupakan buah dari implementasi strategi perusahaan yang komprehensif. Strategi tersebut meliputi penguatan fondasi finansial yang sehat dan berkelanjutan, pengendalian biaya yang lebih terukur, upaya peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio produk, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.

"Phapros konsisten menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan kami. Kami sangat optimistis bahwa laba perusahaan akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026," ujar Intan pada Senin (31/8/2026). Ia menambahkan, komitmen terhadap inovasi dan profitabilitas akan terus diperkuat guna memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat Indonesia.

Secara rinci, laporan keuangan Phapros juga menunjukkan beberapa indikator positif lainnya. Beban usaha tercatat Rp200,18 miliar, sedikit meningkat dari Rp180,93 miliar. Namun, pendapatan lain-lain melonjak drastis menjadi Rp250 juta, dari posisi minus Rp3,76 miliar. Hal ini turut mengerek laba usaha menjadi Rp43,55 miliar, naik dari Rp35,06 miliar. Pendapatan keuangan juga menunjukkan kenaikan menjadi Rp1,25 miliar dari Rp340,79 juta, sementara beban keuangan justru menyusut menjadi Rp22,86 miliar dari Rp24,73 miliar.

Pada akhir periode, jumlah ekuitas perusahaan terakumulasi senilai Rp438,23 miliar, meningkat dari Rp427,47 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Meskipun total liabilitas sedikit membengkak menjadi Rp1,01 triliun dibandingkan Rp959,7 miliar pada akhir 2025, total aset Phapros secara keseluruhan mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp1,45 triliun, dari Rp1,38 triliun pada akhir tahun lalu. Ini menandakan ekspansi dan pertumbuhan yang sehat bagi emiten farmasi tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar