Haluannews Ekonomi – Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kontribusi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Nixon menyatakan bahwa kontribusi KPR Indonesia terhadap PDB merupakan yang terendah di kawasan ASEAN.

Related Post
Angka yang disampaikan cukup memprihatinkan. Kontribusi KPR terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 3%, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Filipina (3,8%), Thailand (22,3%), Malaysia (38,4%), dan Singapura yang mencapai angka fantastis 44,8%. Rendahnya penetrasi KPR ini menjadi sorotan serius bagi perekonomian nasional.

Padahal, sektor perumahan memiliki potensi ekonomi yang besar. Nixon menjelaskan, setiap penambahan modal Rp 1 triliun di sektor ini mampu menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja baru dan meningkatkan output ekonomi hingga Rp 3.000 triliun per tahun. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi yang belum tergali optimal di sektor KPR Indonesia.
Sebagai upaya pemerintah untuk mendorong sektor perumahan, program 3 juta rumah telah berjalan. Per Juni 2025, program tersebut telah berhasil membangun lebih dari 100 ribu unit rumah. BTN sendiri berkomitmen untuk menyelesaikan 220 ribu unit rumah subsidi, atau sekitar 1.000 unit per hari kerja. Meskipun demikian, kontribusi Bank BTN dalam program KPR Sejahtera mengalami penurunan di tahun 2024 akibat pengurangan kuota oleh pemerintah.
Data Bank Indonesia per Juni 2025 menunjukkan total penyaluran KPR oleh industri perbankan mencapai Rp 816,5 triliun, naik 7,7% secara tahunan (yoy). Namun, pertumbuhan tersebut menunjukkan perlambatan jika dibandingkan bulan sebelumnya. Ke depan, diperlukan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan penetrasi KPR dan memaksimalkan potensi ekonomi sektor perumahan di Indonesia.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar