KFC Indonesia Merugi, 400 Karyawan Kena PHK! Apa Sebabnya?

KFC Indonesia Merugi, 400 Karyawan Kena PHK! Apa Sebabnya?

Haluannews Ekonomi – Industri restoran cepat saji kembali dikejutkan dengan langkah PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC di Indonesia, yang terpaksa menutup 19 gerai dan merumahkan sekitar 400 karyawan sepanjang tahun 2025. Keputusan pahit ini diambil sebagai imbas dari kerugian yang terus mendera perusahaan dalam lima tahun terakhir.

COLLABMEDIANET

Meskipun demikian, manajemen KFC menyatakan komitmennya untuk tetap berekspansi, meski belum memberikan rincian mengenai target yang ingin dicapai. "Secara model bisnis, Perseroan tetap akan terus berekspansi dengan cara membuka gerai yang baru," ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi.

KFC Indonesia Merugi, 400 Karyawan Kena PHK! Apa Sebabnya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penutupan gerai sebenarnya bukan hal baru bagi KFC Indonesia. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 55 gerai telah ditutup. Hingga semester pertama tahun ini, KFC mengelola 698 gerai di seluruh Indonesia.

Manajemen KFC Indonesia mengakui bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam upaya membalikkan kerugian menjadi keuntungan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab utama adalah pandemi Covid-19 pada tahun 2020, boikot produk pada tahun 2023-2024, dan penurunan daya beli masyarakat yang terjadi saat ini.

Penurunan transaksi di gerai KFC cukup signifikan akibat ketiga faktor tersebut. Untuk mengatasi dampak negatif ini, perusahaan telah menerapkan berbagai strategi, termasuk efisiensi struktur pendukung restoran, relokasi, dan penutupan gerai yang tidak menunjukkan pemulihan penjualan dan EBITDA sejak tahun 2020.

Terkait dengan masuknya anak Haji Isam ke entitas usaha FAST, manajemen menegaskan bahwa PT Jagonya Ayam Indonesia akan beroperasi penuh pada akhir kuartal 2026. Pembelian saham oleh PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN), yang pemilik manfaatnya adalah putri Haji Isam, mencapai 35% saham PT Jagonya Ayam Indonesia. Manajemen juga menegaskan bahwa perusahaan tidak berencana melakukan aksi korporasi akuisisi atau penjualan saham.

Mengenai rumor kerjasama Program Makan Bergizi Gratis (MBG), KFC Indonesia menyatakan belum berinteraksi dengan Badan Gizi Nasional dan belum memiliki agenda untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Secara finansial, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) masih mencatatkan kerugian pada pertengahan tahun 2025. Terakhir kali KFC mencatatkan keuntungan adalah pada tahun 2019. Rugi bersih perusahaan per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp138,75 miliar, menurun 60,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp348,83 miliar.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp2,40 triliun, turun 3,12% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2,48 triliun. Pendapatan ini berasal dari segmen pihak ketiga makanan dan minuman sebesar Rp2,39 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi sebesar Rp9,37 miliar, serta jasa layanan antar Rp855,98 juta.

Beban pokok penjualan perusahaan juga menurun menjadi Rp961,44 miliar, dari sebelumnya Rp1,06 triliun. Posisi aset perusahaan pada pertengahan tahun tercatat sebesar Rp4,10 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,53 triliun. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas FAST masing-masing tercatat sebesar Rp3,97 triliun dan Rp129,95 miliar.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar