Kereta Cepat Bikin Utang KAI Membengkak! Ini Strategi Danantara

Kereta Cepat Bikin Utang KAI Membengkak! Ini Strategi Danantara

Haluannews Ekonomi – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan manajemen PT KAI (Persero) untuk merestrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka mencari solusi atas beban keuangan KAI yang semakin berat akibat proyek tersebut. "Sudah, sudah (bertemu)," tegas Dony saat ditemui di gedung Smesco Jakarta, Jumat (22/8/2025).

COLLABMEDIANET

Dony menjelaskan, rencana pembayaran utang KCJB kepada sejumlah BUMN yang terbebani sedang dalam tahap penjajakan dan termasuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Danantara tahun ini. Namun, ia masih enggan membeberkan detail skema dan mekanisme restrukturisasi yang akan diterapkan. "Ini kan sedang dijajaki ya, sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan proses itu," ujarnya seraya menambahkan bahwa Direktur Utama KAI juga telah menyampaikan hal serupa di DPR.

Kereta Cepat Bikin Utang KAI Membengkak! Ini Strategi Danantara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Beban utang KCJB memang tengah menjadi sorotan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) KAI hingga semester I 2025 meningkat dari 1,2 kali menjadi 1,3 kali. Total utang KAI pun membengkak dari Rp 43,2 triliun di semester I 2024 menjadi Rp 46,5 triliun di semester I 2025. Meskipun ekuitas KAI juga meningkat dari Rp 32 triliun menjadi Rp 36,6 triliun, peningkatan utang yang signifikan tetap menjadi perhatian serius.

Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto, turut menyoroti hal ini. Ia menilai utang KAI yang terus membesar dalam dua tahun terakhir, terutama yang berasal dari proyek KCJB, sangat mengkhawatirkan. Darmadi memperkirakan beban keuangan KAI akibat KCJB mencapai lebih dari Rp 4 triliun di tahun 2025 dan memproyeksikan utang KAI akan mencapai Rp 6 triliun di tahun 2026. "Dari beban KCIC sendiri sudah Rp 950 miliar dikalikan dua. Sudah Rp 4 triliun lebih," tegasnya. Situasi ini tentu membutuhkan langkah strategis dan terukur untuk menyelamatkan keuangan KAI. Proses restrukturisasi utang yang tengah dijajaki Danantara diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar