Kejutan IHSG Awal September Saham Bank Menggila

Kejutan IHSG Awal September Saham Bank Menggila

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada sesi pertama perdagangan Selasa 1 September 2026. Pasar modal Tanah Air berhasil ditutup menguat signifikan, melesat 39,03 poin atau setara 0,60% hingga mencapai level 6.564,51. Pencapaian ini menandai awal bulan September yang cerah bagi investor, setelah sebelumnya indeks parkir di angka 6.525,48.

COLLABMEDIANET

Sepanjang paruh pertama hari ini, pergerakan IHSG cukup dinamis, berfluktuasi antara 6.535,80 hingga menyentuh puncaknya di 6.586,16. Pembukaan perdagangan pagi tadi tercatat di posisi 6.538,12, memberikan sinyal positif yang kemudian berlanjut hingga penutupan sesi.

Kejutan IHSG Awal September Saham Bank Menggila
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh mayoritas sektor saham yang perkasa. Sektor keuangan tampil sebagai motor utama dengan lonjakan 1,36%, membuktikan dominasinya. Tak ketinggalan, sektor energi ikut menyumbang kekuatan dengan kenaikan 1,16%, disusul sektor konsumer non-primer yang tumbuh 1,03%. Beberapa sektor lain yang turut berkontribusi positif meliputi properti (0,93%), industri (0,69%), utilitas (0,57%), konsumer primer (0,31%), serta kesehatan (0,13%). Namun, tidak semua sektor bernasib sama; sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan koreksi tajam 2,36%, diikuti oleh sektor bahan baku yang melemah 0,23%.

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, raksasa perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar dengan sumbangan 10,88 poin indeks. Saham BBRI ditutup di harga Rp3.320, naik tipis 0,17%. Jejaknya diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menambahkan 7,05 poin dengan kenaikan 0,11% ke Rp6.550. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tak mau ketinggalan, menyumbang 6,08 poin dengan apresiasi 0,09% ke Rp4.300. Selain trio bank jumbo, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga memberikan kontribusi signifikan, masing-masing 4,69 poin dan 4,34 poin.

Namun, di balik kegemilangan tersebut, beberapa saham justru menahan laju penguatan IHSG. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penghambat terbesar dengan kontribusi negatif 10,90 poin. Disusul oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang mengurangi indeks sebesar 4,70 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dengan pengurangan 2,94 poin.

Performa IHSG yang kembali bertengger di atas level 6.500 pada awal September ini cukup menarik, mengingat bursa-bursa utama di Asia justru bergerak variatif dan cenderung melemah pada sesi perdagangan pertama.

Prospek pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa 1 September 2026 diperkirakan akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor akan mencermati rilis data ekonomi domestik yang krusial, seperti angka inflasi Agustus, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, serta neraca perdagangan Juli 2026 yang akan segera diumumkan.

Dari kancah global, eskalasi kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sorotan utama. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas kawasan, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Gejolak ini mendorong harga minyak kembali mendekati level US$90 per barel, sebuah kondisi yang berpotensi memperparah tekanan inflasi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar