haluannews.id – Impian akan kemewahan dan harta berlimpah selalu menarik perhatian banyak orang. Data terbaru dari Forbes Billionaires per Agustus 2026 kembali mengungkap deretan nama-nama konglomerat asal Indonesia yang terus mendominasi jajaran orang terkaya di dunia. Kekayaan fantastis ini berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari energi batu bara, petrokimia, perbankan, industri tembakau, hingga inovasi pusat data dan perkebunan kelapa sawit.

Related Post
Posisi puncak daftar hartawan Indonesia kini kokoh dipegang oleh Low Tuck Kwong. Taipan batu bara yang dikenal luas ini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai US$19,3 miliar, menempatkannya di peringkat ke-142 global. Meski demikian, Forbes juga mencatat adanya sedikit fluktuasi pada asetnya, dengan penurunan sebesar 2,96% atau sekitar US$588,1 juta.

Menyusul di urutan kedua adalah Prajogo Pangestu. Dengan total kekayaan US$16,8 miliar, Prajogo berhasil menduduki peringkat ke-175 miliarder dunia. Gurita bisnisnya sebagian besar berpusat pada sektor petrokimia dan energi yang terus berkembang pesat.
Tak kalah mentereng, R. Budi Hartono menempati posisi ketiga di Indonesia dan peringkat ke-180 dunia. Kekayaan bersihnya mencapai US$16,4 miliar, yang sebagian besar berasal dari kerajaan bisnis perbankan dan industri tembakau yang telah lama ia bangun.
Kemudian, ada Anthoni Salim yang menduduki peringkat ke-316 global dengan total aset US$11,1 miliar. Pengusaha dengan portofolio bisnis yang sangat beragam ini menunjukkan peningkatan kekayaan sebesar 0,40% atau US$44,2 juta dalam periode terakhir.
Selanjutnya, keluarga Tahir & family masuk dalam daftar ini di peringkat ke-368 dunia, mengumpulkan kekayaan sebesar US$9,7 miliar dari berbagai lini usaha yang terdiversifikasi.
Nama Sri Prakash Lohia juga tak luput dari perhatian. Ia berada di peringkat ke-446 global dengan kekayaan US$8,6 miliar, yang bersumber utama dari bisnis petrokimia.
Dua nama menarik lainnya datang dari sektor teknologi pusat data. Otto Toto Sugiri, yang kekayaannya mencapai US$8,3 miliar, menempati peringkat ke-462 dunia. Senada dengannya, Marina Budiman juga masuk dalam daftar ini di peringkat ke-705 global dengan aset US$5,9 miliar, keduanya sukses besar di industri data center yang menjanjikan.
Sementara itu, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menempati peringkat ke-845 dunia dengan kekayaan US$5 miliar. Bisnisnya meliputi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel yang strategis.
Terakhir, Theodore Rachmat menutup daftar ini di peringkat ke-900 dunia. Kekayaan US$4,8 miliar miliknya berasal dari portofolio bisnis yang sangat beragam, menunjukkan kepiawaiannya dalam berbagai bidang.
Daftar ini memperlihatkan dinamika kekayaan para taipan Indonesia yang terus beradaptasi dan berkembang di berbagai sektor industri global.










Tinggalkan komentar