Haluannews Ekonomi – Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang penuh ketidakpastian, sektor industri persepatuan dan alas kaki di Indonesia sejatinya menyimpan potensi pertumbuhan yang signifikan. Potensi ini ditopang oleh besarnya pasar domestik, kemampuan inovasi dan adopsi teknologi produk, serta dukungan kebijakan pemerintah yang diharapkan.

Related Post
Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Anton J. Supit, mengungkapkan bahwa industri alas kaki nasional memiliki fondasi kuat sebagai kontraktor produksi bagi merek-merek sepatu global terkemuka, menjadikannya eksportir alas kaki penting di kancah dunia. Namun, di balik potensi tersebut, industri ini menghadapi persaingan ketat, terutama dari raksasa manufaktur seperti Tiongkok dan Taiwan.

Anton menyoroti bahwa daya saing Indonesia dalam industri alas kaki sangat dipengaruhi oleh iklim investasi dan kebijakan pemerintah yang kerap dinilai kurang ramah terhadap sektor padat karya. Isu perizinan yang berbelit hingga persoalan upah buruh menjadi ganjalan utama yang menghambat laju pertumbuhan dan daya saing industri ini.
Padahal, pangsa pasar global untuk alas kaki mencapai USD 400 miliar. Indonesia, dengan nilai ekspor sepatu sebesar USD 7 miliar, masih memiliki ruang yang sangat luas untuk memperbesar porsi tersebut. Peningkatan ekspor tidak hanya akan mendongkrak devisa negara, tetapi juga berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja, memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional.
Tantangan semakin kompleks dengan adanya konflik global, seperti perang yang sedang berlangsung, yang berdampak pada pelemahan daya beli konsumen di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa. Pasar-pasar inilah yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor sepatu Indonesia.
Lantas, bagaimana sesungguhnya peta tantangan pengembangan industri alas kaki di Indonesia? Dan sejauh mana dampak konflik di Timur Tengah memengaruhi sektor vital ini? Pembahasan mendalam mengenai isu-isu tersebut telah diulas dalam dialog eksklusif antara Shania Alatas dengan Ketua APRISINDO, Anton J. Supit, dalam program Manufacture Check, Haluannews.id, pada Jumat, 24 April 2026.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar