haluannews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menekan seminimal mungkin penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam pelunasan utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh. Meskipun demikian, Purbaya masih enggan membeberkan detail skema pembayaran yang akan diterapkan.

Related Post
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat berinteraksi dengan awak media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta pada Kamis 23 Juli 2026. "Meski pengelolaan ada di pemerintah, kami akan meminimalkan alokasi dana APBN yang digunakan untuk melunasi Whoosh, namun tetap dalam kendali kami," ungkap Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya telah mengindikasikan bahwa mekanisme penuntasan kewajiban PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sudah ditetapkan. Namun, implementasi strategi tersebut baru akan dimulai setelah proses penyerahan KCIC kepada Kementerian Keuangan rampung. "Kami menunggu kapan KCIC diserahkan kepada saya, baru kami akan menyelesaikannya. Namun, cara penyelesaiannya sudah sangat jelas," ujar Purbaya dari Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu 15 Juli 2026.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan permasalahan utang KCIC. Ia menjamin akan ada formula istimewa yang disiapkan, sehingga penyelesaian utang tidak harus menguras kas negara. "KCIC, yang saat ini masih di bawah Danantara, akan segera diserahkan kepada saya. Ini adalah perintah Presiden agar kami yang menanganinya. Namun, bukan berarti APBN harus terpakai, saya memiliki pendekatan spesifik dengan instrumen-instrumen khusus di luar struktur yang ada saat ini untuk mengelola KCIC," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa keputusan untuk mengambil alih KCIC sudah final. Saat ini, tahapan administratif sedang berjalan di Danantara. Meskipun belum bisa memastikan kapan proses pengambilalihan ini akan tuntas, Purbaya optimis. "Proses administrasinya sedang berlangsung. Ini sudah diputuskan, tinggal menunggu prosedur birokrasi selesai. Begitu Danantara selesai, kami akan segera melaporkannya kembali kepada Presiden," pungkasnya.








Tinggalkan komentar