JPMorgan Ramal Saham BBRI Melejit Potensi Cuan

JPMorgan Ramal Saham BBRI Melejit Potensi Cuan

haluannews.id – Raksasa keuangan global JPMorgan Chase & Co. memberikan rekomendasi "Overweight" untuk saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menyusul performa gemilang dan prospek cerah yang dimilikinya. Keunggulan BRI dalam segmen kredit mikro diyakini menjadi kunci profitabilitas yang stabil di berbagai kondisi ekonomi.

COLLABMEDIANET

Dalam riset yang dipublikasikan pada 31 Agustus 2026, analis JPMorgan Harsh Wardhan Modi dan Daniel Andrew Tan menyoroti kinerja luar biasa BRI pada kuartal II-2026. Angka-angka tersebut melampaui perkiraan JPMorgan sebesar 21% dan melampaui estimasi pasar sekitar 12%. Pencapaian impresif ini didorong oleh efisiensi biaya yang optimal, serta peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) dan margin bunga bersih (NIM) yang sesuai ekspektasi. Kemampuan bank dalam menempatkan dana pemerintah pada tingkat imbal hasil tinggi di Bank Indonesia, di samping penyaluran kredit komersial, turut menjadi pendorong utama NIM.

JPMorgan Ramal Saham BBRI Melejit Potensi Cuan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan hasil yang sangat positif, dan kami memprediksi kinerja sahamnya akan terus bergerak ke arah yang menguntungkan," demikian kutipan dari laporan JPMorgan yang diterima pada Kamis (3/9/2026).

Hingga akhir Triwulan II 2026, BRI membukukan pertumbuhan kredit yang solid, mencapai Rp1.646 triliun. Angka ini melonjak 16,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1.417 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat 12,7% yoy.

Riset tersebut juga mengapresiasi perubahan signifikan dalam sistem analisis kredit (underwriting) BRI, termasuk restrukturisasi kontrol officer pinjaman mikro. Inovasi ini memberikan dampak positif yang nyata terhadap kualitas aset, terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) dan pinjaman dalam perhatian khusus (SML) yang semakin terkendali. NPL BRI berhasil membaik dari 3,0% pada Triwulan I 2026 menjadi 2,9% pada Triwulan II 2026.

Kemampuan BRI untuk menjaga net interest margin (NIM) tetap kuat, bahkan di tengah peningkatan porsi pinjaman korporasi yang cenderung memiliki imbal hasil lebih rendah, menjadi indikator positif lainnya. Kondisi ini berpotensi memicu revisi proyeksi keuangan ke arah yang lebih optimis. JPMorgan menargetkan harga saham BBRI mencapai Rp3.400 per Juni 2027, berdasarkan metode Dividend Discount Model (DDM) dengan fair P/BV multiple 1,24x.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa laju penyaluran kredit BRI yang superior mencerminkan peran intermediasi bank yang kokoh dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Pencapaian ini juga merupakan buah dari agenda transformasi yang konsisten diimplementasikan.

"Berbagai inisiatif transformasi BRI bukan sekadar rencana strategis masa depan, melainkan telah kami eksekusi dengan hasil yang positif terhadap kinerja bank. Bisnis kami tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun, dan pada saat yang sama, pertumbuhan ini berhasil kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas yang signifikan," ujar Hery.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar