haluannews.id – Sebuah langkah strategis mengejutkan diambil oleh PT Brantas Abipraya perusahaan konstruksi milik negara. Dalam upaya besar-besaran untuk merampingkan operasional dan kembali fokus pada bisnis inti mereka sebagai kontraktor, Brantas Abipraya dikabarkan akan segera mengakhiri operasional 29 entitas anak usahanya. Keputusan fundamental ini muncul setelah Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menggelar pertemuan penting dengan jajaran direksi perusahaan.

Related Post
Dony Oskaria, dalam diskusi tersebut, menekankan pentingnya transformasi ini untuk memperkuat posisi Brantas Abipraya di sektor konstruksi. Ia menyebutkan bahwa setelah proses perampingan ini tuntas, Brantas Abipraya akan beroperasi hanya dengan induk perusahaannya. "Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat," ungkap Dony, seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN baru-baru ini.

Melalui program streamlining yang ambisius ini, Brantas Abipraya bertekad menyederhanakan struktur bisnisnya secara signifikan. Anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi relevan atau tidak mendukung penuh fokus utama perusahaan akan dihentikan. Dony melihat momentum ini sebagai peluang emas bagi Brantas Abipraya untuk mengokohkan fundamental perusahaan dan meningkatkan konsentrasi pada keahlian utama mereka sebagai kontraktor.
Lebih lanjut, Dony Oskaria mendorong agar Brantas Abipraya menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menuntaskan proses penataan ulang ini. "Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor," tambahnya.
Transformasi yang dijalankan Brantas Abipraya ini merupakan bagian integral dari agenda penataan BUMN Karya secara menyeluruh. Dengan struktur usaha yang lebih ramping, diharapkan perusahaan dapat meminimalkan inefisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menjadi lebih fokus dan berdaya saing tinggi dalam menjalankan bisnis intinya di masa depan.








Tinggalkan komentar