JP Morgan Gegerkan Wall Street, Bitcoin Jadi Jaminan Utang!

JP Morgan Gegerkan Wall Street, Bitcoin Jadi Jaminan Utang!

Haluannews Ekonomi – Raksasa perbankan investasi, JPMorgan Chase & Co., dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan baru yang berpotensi mengubah lanskap keuangan Wall Street. Bank tersebut berencana mengizinkan klien institusionalnya untuk menggunakan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan pinjaman.

COLLABMEDIANET

Langkah ini menandai integrasi aset kripto yang paling signifikan ke dalam sistem kredit konvensional hingga saat ini. Menurut laporan Decrypt, program yang diperkirakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2025 ini akan memanfaatkan model kustodian pihak ketiga untuk menyimpan aset kripto yang dijadikan jaminan. Saham JPMorgan sendiri mengalami kenaikan tipis sebesar 0,18% dalam perdagangan pra-pasar, mencapai level US$ 294,93.

 JP Morgan Gegerkan Wall Street, Bitcoin Jadi Jaminan Utang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dengan kerangka kerja yang sedang disiapkan, klien dapat menggunakan aset kripto yang disimpan oleh kustodian terpercaya untuk mendapatkan jalur kredit atau pinjaman terstruktur. Hal ini memungkinkan bank untuk mengelola risiko tanpa harus secara langsung mengelola kustodian aset digital tersebut.

Sebelumnya, pada bulan Juni, JPMorgan telah mengambil langkah serupa dengan menerima dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis kripto sebagai jaminan. Kebijakan ini memperluas cakupan jaminan dari derivatif dan saham reksa dana hingga aset acuan itu sendiri.

Jika program ini berjalan lancar, Bitcoin dan Ethereum akan memiliki kedudukan yang sama dengan instrumen investasi tradisional seperti obligasi pemerintah, emas, atau ekuitas dalam ekosistem agunan. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa aset kripto memiliki volatilitas dan risiko yang lebih tinggi.

Samuel Patt, salah satu pendiri metaprotokol Bitcoin OP_NET, berpendapat bahwa langkah JPMorgan ini "lebih merupakan keniscayaan" mengingat sikap mereka yang sebelumnya kurang bersahabat terhadap kripto. Patt menyoroti adanya "ketegangan fundamental" yang terjadi, di mana Bitcoin, misalnya, dirancang untuk menghilangkan risiko rekanan, bukan untuk dijaminkan kembali ke dalam sistem keuangan yang sama.

"Semakin banyak lembaga keuangan mengintegrasikan Bitcoin, semakin mereka harus belajar untuk mematuhi aturannya, bukan sebaliknya," kata Patt. Ia menambahkan bahwa bank harus mempertimbangkan volatilitas intraday, likuiditas bursa, dan solvabilitas kustodian secara real-time.

Langkah JPMorgan ini sejalan dengan tren yang lebih luas di antara bank-bank di AS yang mulai mengintegrasikan aset digital ke dalam pinjaman dan pengelolaan aset. Bank-bank besar AS juga tengah menyusun rencana untuk menantang pasar stablecoin.

Pada bulan Juli, BNY Mellon bermitra dengan Goldman Sachs untuk meluncurkan produk pasar uang tokenisasi bagi klien institusional. Sementara itu, Morgan Stanley berencana untuk memungkinkan klien ritel di platform ETrade mereka untuk berdagang Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada kuartal kedua tahun depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar