IHSG Terjun Bebas Akibat Reshuffle Kabinet

IHSG Terjun Bebas Akibat Reshuffle Kabinet

haluannews.id – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan hebat pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan dengan koreksi mencapai 1,02 persen. Kondisi ini membawa indeks ke level 6.009,50, yang sekaligus menjadi titik terendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

COLLABMEDIANET

Sentimen utama yang memicu kepanikan di lantai bursa adalah dinamika politik domestik, khususnya terkait langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Perubahan struktur pemerintahan ini memicu ketidakpastian di mata investor, yang kemudian berdampak langsung pada arus keluar modal dari pasar saham tanah air.

IHSG Terjun Bebas Akibat Reshuffle Kabinet
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara teknis, pergerakan IHSG sepanjang hari ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Indeks sempat menyentuh level terendah di angka 5.973 sebelum akhirnya ditutup di level 6.009. Dalam transaksi hari ini, nilai perdagangan yang berpindah tangan mencapai Rp11,07 triliun dengan total volume sebesar 329,48 juta lot. Meskipun terdapat 206 saham yang berhasil menguat, jumlah saham yang melemah jauh lebih dominan, yakni mencapai 450 emiten.

Sektor konsumsi non-primer menjadi salah satu penyumbang kerugian terbesar dengan penurunan sebesar 1,97 persen. Selain itu, sektor barang baku dan sektor teknologi juga ikut terseret arus negatif, masing-masing merosot sebesar 1,91 persen dan 1,50 persen. Beberapa saham berkapitalisasi besar yang menjadi beban berat bagi indeks antara lain adalah GOTO, BBCA, BRMS, AMMN, serta BBRI.

Ketidakpastian politik semakin diperkuat dengan adanya pelantikan sejumlah pejabat baru di Istana Negara. Salah satu sorotan utama adalah pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Selain itu, pergeseran peran Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi turut menambah daftar perubahan besar dalam kabinet.

Di sisi lain, investor asing juga menunjukkan sikap defensif dengan melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp204,30 miliar. Saham GOTO menjadi emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai penjualan mencapai Rp62,77 miliar. Tak ketinggalan, saham CUAN, AMMN, BBRI, dan MDKA juga masuk dalam daftar saham yang ditinggalkan oleh pemodal mancanegara.

Selain faktor domestik, pasar global juga memberikan tekanan tambahan. Meskipun data manufaktur China menunjukkan penguatan dan inflasi PCE di Amerika Serikat lebih rendah dari perkiraan, bayang-bayang konflik geopolitik yang belum mereda tetap membuat investor cenderung bersikap waspada. Kombinasi antara perubahan struktur pemerintahan dalam negeri dan ketidakpastian global membuat IHSG sulit untuk mempertahankan posisinya di zona hijau hari ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar