JELI Gebrak Bursa Saham Langsung ARA 25 Persen

JELI Gebrak Bursa Saham Langsung ARA 25 Persen

haluannews.id – Produsen terkemuka makanan dan minuman olahan kelapa, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) dengan merek dagang INACO, kini resmi menjadi bagian dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini membuka babak baru sebagai entitas publik.

COLLABMEDIANET

Dalam gelaran Initial Public Offering (IPO) yang sangat dinanti, JELI melepas 266 juta lembar saham baru ke publik, merepresentasikan 21,01% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Dengan harga penawaran Rp900 per saham, perusahaan berhasil meraup dana segar mencapai Rp239,4 miliar. Antusiasme investor begitu luar biasa, terlihat dari oversubscribed-nya porsi pooling hingga 273,37 kali, menarik partisipasi dari 630.491 pemesan.

JELI Gebrak Bursa Saham Langsung ARA 25 Persen
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Momen debut JELI di bursa menjadi sorotan utama. Sahamnya langsung tancap gas, melesat 25% atau setara 225 poin, mencapai level Rp1.125 per saham dari harga penawaran awal. Kenaikan signifikan ini langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), menandai awal yang sangat positif bagi perseroan.

Adhi S. Lukman, Direktur PT Niramas Utama Tbk, menegaskan bahwa langkah IPO ini adalah tonggak sejarah krusial bagi perjalanan perusahaan. "Ini adalah awal dari fase pertumbuhan baru kami sebagai perusahaan publik," ungkap Adhi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para investor, regulator, mitra bisnis, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses IPO ini.

Dana segar yang berhasil dihimpun dari IPO akan menjadi amunisi utama bagi strategi ekspansi JELI, dengan empat prioritas alokasi. Sebagian besar, sekitar 56,70%, akan dialirkan sebagai suntikan modal kepada anak perusahaan, PT NPS, untuk keperluan belanja modal. Ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi permen gummy dan produk jelly, guna memenuhi lonjakan permintaan baik di pasar domestik maupun ekspor, yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan pasca-IPO.

Selanjutnya, sekitar 10,04% akan dialokasikan untuk belanja modal lainnya, termasuk pengadaan mesin dan peralatan produksi, serta peningkatan kapasitas gudang dan efisiensi logistik. Sejumlah 10,90% akan dipakai untuk melunasi sebagian kewajiban utang jangka pendek perusahaan. Sementara itu, sisa dana sekitar 22,36% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, memastikan kelancaran operasional dan mendukung akselerasi pertumbuhan bisnis.

INACO sendiri telah membuktikan jangkauan globalnya dengan penetrasi pasar di berbagai negara seperti Australia, Kanada, Singapura, hingga Amerika Serikat. Ke depan, komitmen perseroan adalah memperkokoh kapasitas produksi, mengoptimalkan efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta terus berinovasi dalam pengembangan produk. Ini semua demi menangkap peluang pertumbuhan di industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) baik di kancah domestik maupun internasional.

"Dengan suntikan modal dari IPO ini, kami kini memiliki landasan yang jauh lebih kokoh untuk mewujudkan rencana pengembangan usaha yang telah kami susun," pungkas Adhi. "Fokus kami akan terus tertuju pada peningkatan kapasitas, penguatan operasional, dan ekspansi pasar demi mendorong kinerja perseroan yang lebih gemilang di masa depan."

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar