Jebakan Damai & China Loyo Hantam Harga Minyak Global!

Jebakan Damai & China Loyo Hantam Harga Minyak Global!

Haluannews Ekonomi – Harga minyak dunia kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan Selasa pagi (16/12/2025), melanjutkan tekanan yang telah terasa sejak sesi sebelumnya. Kombinasi antara harapan akan resolusi konflik geopolitik dan sinyal perlambatan ekonomi dari raksasa Asia, China, menjadi faktor utama yang membebani komoditas energi ini. Berdasarkan data Refinitiv pukul 10.05 WIB, harga minyak Brent tercatat di level US$60,17 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$56,46 per barel.

COLLABMEDIANET

Optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina menjadi pedang bermata dua bagi pasar minyak. Prospek berakhirnya konflik tersebut, yang didorong oleh laporan tawaran jaminan keamanan bergaya NATO dari Amerika Serikat kepada Ukraina dalam pertemuan tingkat tinggi di Berlin, menimbulkan spekulasi pelonggaran sanksi terhadap Rusia. Jika ini terjadi, pasokan minyak global diperkirakan akan bertambah, menciptakan tekanan jual yang signifikan. Langkah diplomatik AS ini, yang tergolong tidak lazim, telah memicu keyakinan di berbagai ibu kota Eropa bahwa perundingan damai semakin dekat, sekaligus mengikis premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga.

Jebakan Damai & China Loyo Hantam Harga Minyak Global!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap permintaan global semakin menguat seiring dengan data ekonomi terbaru dari China yang menunjukkan perlambatan nyata. Output pabrik China pada bulan November dilaporkan tumbuh paling lambat dalam 15 bulan terakhir, sementara pertumbuhan penjualan ritel mencatat angka terlemah sejak Desember 2022, periode di mana pandemi COVID-19 masih membatasi aktivitas. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyoroti bahwa data ekonomi China yang lesu ini memperkuat kekhawatiran bahwa permintaan global belum cukup kuat untuk menyerap pasokan minyak yang terus bertumbuh. Selain itu, tren adopsi kendaraan listrik di China juga secara struktural mulai mengikis konsumsi bahan bakar fosil, menambah sentimen negatif jangka panjang terhadap prospek permintaan energi.

Meskipun ada beberapa insiden yang seharusnya mendukung kenaikan harga, seperti penyitaan kapal tanker minyak oleh Amerika Serikat di lepas pantai Venezuela, dampaknya dinilai terbatas. Pasar cenderung mengabaikan gangguan pasokan minor ini karena melimpahnya cadangan minyak yang tersimpan di laut (floating storage). Lonjakan pembelian minyak Venezuela oleh China sebagai langkah antisipasi terhadap potensi sanksi juga turut meredam gejolak harga. Dengan demikian, sentimen negatif dari sisi permintaan akibat perlambatan ekonomi China dan potensi peningkatan pasokan dari Rusia akibat perdamaian, jauh lebih dominan dalam menentukan arah harga minyak global saat ini, menekan harga di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar