Haluannews Ekonomi – Tren perusahaan berlomba melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO) semakin menguat. Haluannews.id mencatat, proyeksi jumlah perusahaan IPO tahun ini bahkan lebih tinggi dibanding tahun lalu. BEI menargetkan 66 perusahaan baru tercatat melalui IPO, melebihi capaian 41 perusahaan pada tahun sebelumnya. Namun, di balik euforia IPO, terdapat keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan.

Related Post
Ishak Chandra, CO-Founder and Group CEO Triniti Land, dalam IPO Bootcamp 2025 yang digelar Asian Tiger School, mengungkapkan sisi terang dan gelap menjadi perusahaan publik. Menurutnya, keuntungan utama IPO adalah akses pendanaan yang jauh lebih luas. Perusahaan tak lagi bergantung pada pinjaman bank, investor, atau private equity, melainkan bisa mengakses pasar saham, rights issue, dan obligasi publik.

Selain itu, likuiditas saham yang tinggi dan valuasi yang transparan menjadi daya tarik tersendiri. Tak kalah penting, reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata publik, mitra bisnis, dan perbankan pun meningkat signifikan.
Namun, jalan menuju IPO bukan tanpa duri. Perusahaan publik diwajibkan mempertahankan transparansi keuangan yang tinggi, serta siap menghadapi tekanan dari pasar dan investor yang menuntut kinerja jangka pendek. Biaya operasional juga membengkak karena kebutuhan audit, konsultan hukum, dan investor relations. Yang paling krusial, perusahaan berisiko kehilangan kontrol jika saham tersebar luas atau terjadi hostile takeover.
IPO Bootcamp 2025, yang berlangsung dari 30 Mei hingga 2 Juni 2025 di Jakarta, memberikan pelatihan strategi Good Corporate Governance, peningkatan valuasi hingga 10 kali lipat, serta pemahaman jalur legal, keuangan, dan strategis menuju pasar modal. Acara ini menghadirkan mentor ternama seperti Sandiaga Uno, Mardigu Wowiek, dan tim legal dari Assegaf Hamzah and Partners. Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga korporasi besar. Keputusan untuk IPO, sebagaimana yang dijelaskan dalam Bootcamp, memang perlu pertimbangan matang dan strategi yang tepat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar