Haluannews Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya dalam menarik perusahaan baru untuk melantai melalui Initial Public Offering (IPO). Pujian ini disampaikan dalam acara ulang tahun Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), di mana Airlangga menyoroti berbagai capaian positif pasar modal nasional yang menunjukkan tren menggembirakan.

Related Post
Menurut Airlangga, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menunjukkan performa yang sangat impresif. "IHSG kita lihat tinggi, hijau, dan bahkan mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high)," ujarnya, seperti dikutip dari Haluannews.id. Ia menambahkan bahwa sejak awal tahun, IHSG telah melonjak sekitar 20%, sebuah pencapaian yang disebutnya "relatif baik" jika dibandingkan dengan bursa-bursa lain di dunia. Tak hanya itu, pertumbuhan investor ritel di Indonesia juga patut diacungi jempol, dengan kenaikan signifikan mencapai 32% secara year-to-date.

Sektor IPO menjadi sorotan utama. Hingga periode terkini, tercatat 24 perusahaan telah berhasil melantai di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp15,2 triliun. Momentum ini diperkirakan akan terus berlanjut, mengingat masih ada sekitar 13 perusahaan lain yang siap untuk IPO, di mana 7 di antaranya merupakan entitas dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar. Ini menandakan optimisme investor dan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Indonesia.
Namun, di balik capaian tersebut, terdapat catatan penting dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data OJK menunjukkan bahwa meskipun penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir September 2025 mencapai Rp186,52 triliun, dengan Rp13,15 triliun berasal dari 17 emiten baru, jumlah perusahaan yang melantai di bursa cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, BEI mencatat ada 41 perusahaan yang sukses melakukan IPO, dengan total dana terhimpun mencapai Rp14,35 triliun. Perbandingan ini menunjukkan adanya dinamika yang perlu dicermati lebih lanjut dalam upaya menarik lebih banyak perusahaan untuk menjadi perusahaan terbuka.
Meski demikian, apresiasi Menko Airlangga menggarisbawahi fondasi kuat pasar modal Indonesia yang terus beradaptasi dan menunjukkan resiliensi di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Potensi pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama dengan dukungan kebijakan pemerintah dan minat investor yang terus meningkat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar