haluannews.id – Gelombang pergerakan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik pada Jumat pagi (4/7/2026) terpantau campur aduk, mencerminkan fenomena perpindahan modal investor yang masif dari sektor saham teknologi. Kondisi ini tak lepas dari tekanan yang sebelumnya melanda saham-saham teknologi dan semikonduktor di Wall Street.

Related Post
Di Negeri Sakura, indeks Nikkei 225 harus rela kehilangan 0,86% nilainya saat pembukaan perdagangan. Namun, sentimen positif justru menyelimuti indeks Topix yang berhasil menguat 0,34%. Situasi serupa juga terlihat di bursa Korea Selatan, di mana indeks Kospi melonjak 0,97%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru terkoreksi 1,12%.

Sementara itu, pasar saham Australia memulai hari dengan catatan cerah. Indeks S&P/ASX 200 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,42%. Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng menunjukkan sedikit penguatan, berada di level 23.061, sedikit lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 23.055,03.
Pergerakan bursa Asia ini terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan Kamis waktu setempat dengan hasil yang bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menorehkan rekor penutupan tertinggi baru, melambung 1,14% atau 594,83 poin ke level 52.900,07. Bahkan, indeks ini sempat menyentuh rekor intraday di 52.903,85. Kenaikan Dow Jones ini dipicu oleh laporan ketenagakerjaan bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan, membangkitkan harapan pasar akan potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Berbeda nasib dengan Dow Jones, indeks S&P 500 nyaris stagnan, hanya naik kurang dari satu poin dan berakhir di level 7.483,24. Sedangkan indeks Nasdaq justru tergelincir 0,8% ke posisi 25.832,67. Tekanan terbesar yang membebani Nasdaq dan S&P 500 datang dari sektor semikonduktor yang kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut, mengingat eksposur besar kedua indeks terhadap saham-saham teknologi.
ETF VanEck Semiconductor (SMH) menjadi salah satu yang terpukul paling parah, anjlok 4,5%. Penurunan ini dipimpin oleh saham Teradyne yang merosot 13,6% dan KLA yang ambles 11,5%. Saham raksasa teknologi seperti Nvidia juga tak luput dari koreksi, turun 1,4%, sementara Micron Technology kehilangan 5,5% nilainya.
Para pelaku pasar juga tengah mencermati jadwal libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Independence Day. Bursa saham AS akan ditutup pada Jumat, sehingga volume aktivitas perdagangan global diperkirakan akan cenderung lebih sepi dibandingkan hari-hari biasa.










Tinggalkan komentar