Inspirasi Nabi Nuh, Kunci Sukses Miliarder Rp 184 T!

Inspirasi Nabi Nuh, Kunci Sukses Miliarder Rp 184 T!

Haluannews Ekonomi – Kisah inspiratif Nabi Nuh telah memberikan dampak luar biasa bagi seorang pengusaha asal Missouri, Amerika Serikat, David Steward. Setelah mendalami kisah Nabi Nuh, Steward berhasil mengubah hidupnya secara drastis, berkat prinsip pantang menyerah yang diteladaninya.

COLLABMEDIANET

Nilai-nilai luhur yang tercermin dalam kehidupan Nabi Nuh menjadi fondasi bagi Steward untuk memegang teguh prinsip pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan.

Inspirasi Nabi Nuh, Kunci Sukses Miliarder Rp 184 T!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kisah Nabi Nuh yang paling monumental adalah peristiwa banjir besar. Ribuan tahun silam, Nabi Nuh menerima wahyu untuk membangun bahtera raksasa, sebagai persiapan menghadapi banjir dahsyat yang akan melanda bumi.

Dengan penuh keyakinan, Nabi Nuh membangun bahtera yang mampu menampung manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, selama proses pembangunan, ia menjadi sasaran cemoohan dan hinaan dari masyarakat sekitar.

Nabi Nuh dianggap gila karena membangun perahu besar di tengah kondisi yang aman dan damai. Meskipun dihujani ejekan, Nabi Nuh tetap fokus menyelesaikan tugasnya. Ketika bahtera selesai dibangun, banjir besar pun datang, dan bahtera tersebut menjadi penyelamat bagi Nabi Nuh, keluarganya, para pengikutnya, serta berbagai jenis hewan dan tumbuhan.

Kisah inilah yang menginspirasi David Steward untuk mengubah jalan hidupnya dari seorang karyawan biasa menjadi seorang pengusaha sukses dengan kekayaan melimpah.

"Ketika Anda memiliki ambisi besar, orang cenderung meremehkan Anda. Mereka akan menjadi yang paling vokal dan sok menilai Anda, seolah-olah Anda tidak pantas mengejar mimpi dan ambisi Anda," ungkap Steward kepada Forbes pada tahun 2004.

Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Nabi Nuh bukan tanpa alasan. Sejak kecil, David Steward telah merasakan pahitnya diskriminasi dan ejekan karena ia adalah seorang pria berkulit hitam yang berasal dari keluarga miskin.

Saat bersekolah, ia dipisahkan oleh peraturan segregasi rasial. Hanya karena warna kulitnya yang berbeda, ia harus menjalani kehidupan yang terpisah dari siswa kulit putih.

Ketika ia memutuskan untuk memulai bisnis pada tahun 1990-an, ia kembali menghadapi cemoohan dan keraguan dari banyak orang. Namun, berkat inspirasi dari kisah Nabi Nuh, pria kelahiran 2 Juli 1951 ini tidak gentar sedikit pun.

Dengan tekad yang membara, ia terus mengembangkan ide bisnisnya, bertekad untuk keluar dari zona nyaman sebagai seorang pegawai kantoran.

Pada saat itu, Steward mendirikan World Wide Technology (WWT), sebuah perusahaan yang menyediakan layanan teknologi komputer untuk perusahaan-perusahaan. Di era 1990-an, sektor layanan ini masih tergolong baru dan asing, sehingga banyak orang meragukan keberhasilannya, seperti halnya yang dialami oleh Nabi Nuh.

Namun, Steward tetap teguh pada keyakinannya. Ia percaya bahwa di masa depan, internet akan menjadi primadona dan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

Perjalanan bisnis Steward tidak selalu mulus. Ia mengalami pasang surut seiring dengan perkembangan zaman. Namun, pada akhirnya, keyakinan Steward tentang bisnisnya dan masa depan teknologi komputer terbukti benar.

Teknologi komputer menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat di seluruh dunia. Hal ini berdampak positif bagi bisnis WWT, yang mengalami pertumbuhan pesat.

Keuntungan yang diraih WWT sejalan dengan peningkatan kekayaan David Steward. Menurut catatan Forbes, kekayaan Steward mencapai US$ 11,4 miliar atau sekitar Rp 184,6 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar